Wonderful Indonesia
 
Jumat, 09 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Pencananganan Gernas Manjur di Katingan Berlangsung Sederhana

 
 
Bunda PAUD Endang Susilawatie Yangtenglie, melauncing Gerakan Manjur di halaman Kantor UPTD Diknas Katingan Hilir, Jumat (20/5). BORNEO/ABDUL GOFUR

Bunda PAUD Endang Susilawatie Yangtenglie, melauncing Gerakan Manjur di halaman Kantor UPTD Diknas Katingan Hilir, Jumat (20/5). BORNEO/ABDUL GOFUR

BorneoNews

BORNEONEWS, Katingan - Meski mengalami keterbatasan dana, pihak Himpunan Pengajar Anak Usia Dini (Himpaudi) dan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Katingan tetap melakukan pencanangan gerakan nasional pembelajaran anak jujur (Gernas Manjur), di Katingan Hilir, Jumat (20/5/2016).

Pelaksanaan pencanangan Gernas Manjur  dilakukan di halaman kantor Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Pendidikan Kecamatan Katingan Hilir tersebut ‎dihadiri oleh puluhan anak usia dini dengan kondisi yang seadanya saja. Bahkan, perangkat pengeras suara pun tidak dapat dimanfaatkan maksimal.

Gernas Manjur merupakan program cetusan Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK), yang bertujuan menciptakan masyarakat jujur yang terutama diarahkan kepada anak-anak usia dini.

Pembina Himpaudi Kabupaten Katingan Endang Susilaw‎atie Ahmad Yantenglie  menyatakan miris menyaksikan pelaksanan acara pencanangan Gernas Manjur tersebut yang sangat seadanya. "Saya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya pencanangan Gernas Manjur ini‎, meskipun dengan dana yang sangat terbatas," ucap Endang, di Kasongan, Jumat (20/5.2016) pagi.

Terkait kondisi seperti itu, Endang berjanji akan memperjuangkan penganggaran untuk organisasi Himpaudi dan IGTKI dengan berbicara sebagai wakil rakyat pada pembahasan mendahului perubahan APBD 2016 yang masih berlangsung di gedung DPRD setempat. 

"Jika anggaran untuk dua organisasi ini tidak dipenuhi oleh instansi terkait, saya akan protes kenapa pencanangan yang dilakukan BLH kemarin menelan anggaran Rp250 juta, sedangkan untuk pencanangan program pendidikan yang notabene tertuang dalam visi daerah tidak dapat dipenuhi," tegas Wakil Ketua DPRD Katingan itu.


‎Endang menilai, pencapaian visi cerdas tidak akan berjalan optimal jika hanya mengandalkan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) semata. Sebab, Disdik disibukkan dan fokus dalam membenahi infrastruktur, sarana dan prasaran sekolah serta pemindahan guru. "Anak tidak akan cerdas kalau tidak sehat. Disdik tidak akan bisa sekolah maju kalau bukan organisasi seperti Himpaudi dn IGTKI ini yang menjalankannya," sebut istri Bupati Katingan Ahmad Yantenglie itu.

Kegiatan Gernas Manjur ini, lanjutnya, anggarannya dapat dimasukkan dalam Disdik setempat. Akan tetapi, yang melaksanakannya adalah organisasi terkait. Wakil Ketua DPRD itu juga menyinggung masalah Bunda PAUD harus diangkat menjadi tenaga kontrak walaupun sedikit demi sedikit realisasinya. (Rul/N).


 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top