Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 10 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Penderita DBD di Kotim Terus Bertambah

 
 
Aksi pengasapan (fogging) untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kotawaringin Barat. BORNEO/DOK

Aksi pengasapan (fogging) untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kotawaringin Barat. BORNEO/DOK

BorneoNews

BORNEONEWS, Kotawaringin Timur - Penderita Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus bertambah. Sebelumnya, diberitakan sebanyak 16 warga Kotim menderita DBD, dua di antaranya meninggal dunia.

“Dari laporan pihak Puskesmas dan rumah sakit, bulan ini sesuai data yang masuk sudah 11 warga menderita DBD,” kata Kepala Bidang Pengendalian Masalah Penyakit (PMK), Dinas Kesehatan Kotim, Triyono, Jumat (20/5/2016).

Dengan terus bertambahnya jumlah penderita penyakit DBD yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegipthy tersebut, Dinas Kesehatan Kotim melakukan fogging focus dengan cara dua siklus selama seminggu.

Namun pelaksanaan fogging focus atau pengasapan tidak bisa dilakukan secara luas, hanya dalam radius 200 meter, dilakukan dalam dua siklus selama satu minggu. Fogging dua kali itu untuk memberantas nyamuk-nyamuk dewasa yang kemungkinan baru melewati masa pertumbuhannya. Seperti diketahui, hanya dibutuhkan waktu delapan hari untuk jentik nyamuk berubah menjadi nyamuk dewasa.

“Petugas kami rutin melakukan fogging focus di titik-titik yang ditemukan ada warga yang menderita DBD, terutama di wilayah perkotaan yang kita ketahui merupakan wilayah endemis DBD,” kata Triyono.

Dari pantauan Borneonews, Jumat (20/5/2016), petugas pemberantasan nyamuk DBD dari Dinas Kesehatan Kotim melakukan fogging focus di Jalan Pramuka, Kompi Antang Sampit dan beberapa titik lainnya. Di wilayah itu rawan terjadi DBD, setiap bulan petugas melakukan pengasapan.

Dari data Dinas Kesehatan Kotim lima bulan terakhir sudah 94 warga Kotim terserang DBD. Januari sebanyak 22 kasus, Februari 25 kasus, Maret 20 kasus, April 16 kasus dan pada Mei sebanyak 11 kasus DBD.

Menurut  Triyono, dalam mencegah makin merebaknya wabah DBD, pihaknya sudah menghimbau warga ikut berperan aktif membantu pemerintah dalam menerapkan Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHBS). “Setidaknya, masyarakat diharapkan bisa menjaga kebersihan dan menerapkan program program Jumat Bersih. Wabah DBD musim pancaroba memang sangat mudah muncul. Paling gampang wabah tersebut menyerang anak-anak usia dini,” katanya. (RAFIUDIN/N).


 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top