Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 03 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

PWI Kotim Siap Terlibat Program Literasi Sekolah

 
 
Siswa SMK Negeri 4 Sampit menampilkan tari pada acara peluncuran program literasi sekolah di SMK yang juga membina jurusan perhotelan pertama di Bumi Habaring Hurung itu. BORNEO/RAFIUDIN

Siswa SMK Negeri 4 Sampit menampilkan tari pada acara peluncuran program literasi sekolah di SMK yang juga membina jurusan perhotelan pertama di Bumi Habaring Hurung itu. BORNEO/RAFIUDIN

BorneoNews

BORNEONEWS, Kotawaringin Timur - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur mendukung dan siap berpartisipasi dalam program Literasi Sekolah yang dicanangkan pemerintah setempat melalui Dinas Pendidikan.

“Kami siap bekerjasama untuk menyukseskan program Literasi Sekolah yang sudah dicanangkan pemerintah daerah. Program ini erat kaitannya dengan materi tentang Jurnalistik. Tentu ini sesuai bidang dan profesi kita sebagai wartawan,” kata Ketua PWI Kotim, Andri Rizky Agustian, Jumat (20/5/2016).

Di Kabupaten Kotim, siswa SMA sederajat rata-rata sudah memiliki kelompok siswa jurnalis atau penulis. Bahkan beberapa di antaranya sudah bekerjasama dengan surat kabar lokal untuk memuat tulisan hasil karya para siswa.

“Hal seperti ini harus kita dorong karena ini akan sangat bermanfaat dan menjadi cara mengarahkan generasi muda kita pada kegiatan positif. Apalagi, ini sejalan dengan program literasi yang dicanangkan pemerintah daerah,” ucap Andri yang juga merupakan wartawan Borneonews.

Seperti diketahui, ada 50 sekolah SMA sederajat di Kotim yang menjalankan program literasi sekolah. Harapannya program ini juga akan diperluas ke tingkat SMP dan SD di daerah itu. Program ini didasari keprihatinan terhadap masih rendahnya minat baca masyarakat, termasuk di kalangan pelajar.

Tiap sekolah diarahkan menyiapkan tempat pojok baca, memperbanyak koleksi perpustakaan dan menggelar kegiatan terkait peningkatan minat baca. Selama ini, fasilitas yang disiapkan dinilai cukup memadai namun minat baca pelajar masih rendah.

Program ini memaksa guru mengintegrasikan tugas dan mengharuskan mencari referensinya pada buku-buku di perpustakaan. Perpustakaan digital juga sudah ada. Dinas Pendidikan juga akan turun ke sekolah-sekolah untuk melihat gerakan di sekolah untuk mendukung program ini.

Program literasi diluncurkan saat peringatan Hari Pendidikan Nasional di Sampit, 2 Mei lalu. Program ini bertujuan meningkatkan memicu minat baca dan kreativitas pelajar di daerah ini. Dalam program ini, sekolah menjadi pelaksana penumbuhan budaya literasi untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam gerakan Literasi Sekolah agar menjadi pembelajar sepanjang hayat. (FI/N).

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top