Wonderful Indonesia
 
Jumat, 09 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Satu Mantri Tani di Kalteng Awasi 3.000 Hektare Lahan

 
 
Pertemuan Mantri Tani se Kalimantan Tengah, di Hotel Luwansa, Palangka Raya, Jumat (20/5/2016). BORNEO/TESTI PRISCILLA

Pertemuan Mantri Tani se Kalimantan Tengah, di Hotel Luwansa, Palangka Raya, Jumat (20/5/2016). BORNEO/TESTI PRISCILLA

BorneoNews

BORNEONEWS, Palangka Raya - Beban berat di pundak Mantri Tani di Kalimantan Tengah. Bagaimana tidak, jumlah ideal pengawasan dan penyuluhan yang seharusnya dikerjakan seorang Mantri Tani hanya sekitar 500 hektare atau maksimal 1.000 hektare. Kenyataannya, saat ini Mantri Tani yang bertugas di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai ini mencapai 3.000 hektare per orang.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan provinsi Kalteng, Tute Lelo saat pembukaan Pertemuan Mantri Tani se-Kalteng, di Palangka Raya, Jumat (20/5/2016).

Sebanyak 138 mantri tani yang memang jumlah keseluruhan dari mantri tani di seluruh Kalteng kurang memadai untuk areal pertanian Kalteng yang mencapai jutaan hektare. Belum lagi kebanyakan mantri tani ini memiliki tugas dan jabatan rangkap baik sebagai PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) yang sudah senior, bahkan Kepala Balai PPL di Kecamatan.

"Jadinya tugas mereka dobel-dobel. Sudah harus mengolah data tanaman pangan dan tanaman holtikultura serta membimbing petani di daerah masing-masing ditambah luasan lahan yang melebihi batasan sebenarnya. Idealnya satu mantri tani menangani 500 hingga 1.000 hektare wilayah kerja penyuluh pertanian atau satu desa. Namun yang terjadi saat ini, satu mantri tani menangani lebih dari 3.000 hektar wilayah kerja penuyuluh pertanian," kata Tute.

Karena itulah pihaknya berharap, Badan Ketahanan Pangan dan Koordinasi Penyuluh (BKPKP) Provinsi Kalteng maupun pemerintah pusat dapat menambah tenaga PPL sebab Mantri Tani merupakan ujung tombak dalam upaya peningkatkan produksi pertanian dan pangan. Untuk itu, ia berharap, agar beban kerja mantri tani bisa berkurang, sehingga lebih teliti dalam penyampaian laporan.

"Jangan sampai penyampaian laporan pengolahan tanaman pangan dan holtikultura terjadi kesalahan karena beban kerja mantri tani terlalu berat. Pasalnya, pernah ditemui laporan luas tanaman 100 hektare. Tetapi laporan hasil panen 120 hektare, yang 20 hektare dari mana," cerita Tute.

Ardiano, seorang Mantri Tani yang bertugas di Kabupaten Pulang Pisau membenarkan keterangan Kadistanak ini. Menurutnya yang sudah bertugas selama 20 tahun, hingga saat ini ia harus mengurusi petani di 4 Kecamatan dan itu bukanlah beban yang ringan.

"Tapi namanya tugas, kita harus tetap laksanakan. Yang jadi keprihatinan saya justru kalau saya pensiun nanti bagaimana nasib petani binaan saya sementara sampai saat di cuma saya yang menyuluh di 4 Kecamatan itu. Semoga cepat ada penambahan Mantri Tani," harap Ardiano. (TESTI PRISCILLA/N)

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top