Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 10 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Arifin, Dokter Asal Pangkalan Bun Itu Kecelakaan dalam Tour de Flores

 
 
Proses evakuasi Dokter Arifin Anwar, dari Bajawa, Ngada, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (21/5/2016) pagi. BORNEO/Detikcom.

Proses evakuasi Dokter Arifin Anwar, dari Bajawa, Ngada, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (21/5/2016) pagi. BORNEO/Detikcom.

BorneoNews

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menurut Mercy Beteu, Direktur RSUD Bajawa, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), dokter asal Pangkalan Bun, Arifin Anwar, mengalami kecelakaan saat mengikuti event Tour de Flores, Kamis (19/5/2016) sore lalu. Ia terjatuh dari sepedanya, hingga mengalami koma, dan baru bisa dievakuasi ke RSUP Dokter Sardjito, Yogyakarta, Sabtu (21/5/2016) siang berkat bantuan Artha Graha Peduli.

Dokter Mercy menceritakan, Kamis (19/5/2016) lalu, setelah menjalani visitasi sebagai dokter residen yang tengah menempuh kuliah spesialisasi anestesi, Arifin bersama profesor pembimbingnya, dan sejumlah dokter di RSUD Bajawa, tertarik mengikuti Tour de Flores. Jaraknya dari RSUD Bajawa ke lokasi kegiatan  sekitar 30-40 menit perjalanan darat

Mercy menceritakan topografi di Bajawa turun-naik, berbukit-bukit. Mercy meminta sopir ambulans untuk mengawal rombongan Dokter Arifin mengawal perjalanannya. "Karena saya tahu medannya belum dikuasai benar oleh keduanya. Saya kaget tidak lama mereka pergi, mobil kembali, dengan sirine. Ternyata pulang karena dokter Arifin kecelakaan," kata Mercy pada Borneonews, melalui sambungan telepon, Sabtu (21/5/2016).

"Lalu sopir, saya, sama profesornya angkat, dan langsung lakukan tindakan darurat di UGD. Langsung kita pasang monitor ICU, kita evakuasi ke ICU. Kita bantu dengan obat, dan peralatan yang ada di rumah sakit kami. Ya namanya rumah sakit daerah dengan status seperti ini, tipe C, belum ada CT scan, jadi banyak kekurangan," lanjut Mercy.

Mercy mengatakan, Dokter Arifin terjatuh saat mengerem di jalan yang menurun. "Jadi ceritanya sopir itu, pas ada topografi yang sedikit menurun, beliau katanya mau ngerem sepedanya. Terus kakinya diangkat untuk ngerem. Nah itu jatuhlah di situ, langsung terpelanting. langsung jatuh."

Dokter Arifin Anwar merupakan dokter PNS di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Menurut Direktur RSUD Sultan Imanuddin, Suyuti Syamsul, saat ini Arifin yang kelahiran Pangkalan Bun ini, tengah menjalani tugas belajar spesialis anestesi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. "Saat ini statusnya dokter residen anastesi di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta. Sudah tiga tahun lebih. Hampir selesai," jelasnya.  

Suyuti menjelaskan, Arifin ke NTT dalam rangka penugasan oleh Kementerian Kesehatan. "Biasanya sebelum mereka selesai, yang mendapatkan beasiswa dari Menteri Kesehatan, biasanya ditugaskan di daerah terpencil atau daerah perbatasan selama enam bulan." (Budi Baskoro/B-10)


 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top