Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 10 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia
 

Direktur RSUD Bajawa Sampai SMS Menteri Susi

Sulitnya Mengevakuasi Dokter Arifin

 
 
Arifin Anwar, Dokter PNS RSUD Sultan Imanuddin yang lagi tugas belajar spesialis anestesi di UGM Yogyakarta, mengalami kecelakaan sepeda, di Bajawa, Nusa Tenggara Timur, Kamis (19/5/2016)

Arifin Anwar, Dokter PNS RSUD Sultan Imanuddin yang lagi tugas belajar spesialis anestesi di UGM Yogyakarta, mengalami kecelakaan sepeda, di Bajawa, Nusa Tenggara Timur, Kamis (19/5/2016)

BorneoNews

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dokter PNS RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Arifin Anwar yang mengalami kecelakaan dari sepeda hingga mengalami koma di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (19/5/2016) sore, baru bisa dievakuasi ke RSUP Dokter Sardjito, Yogyakarta, Sabtu (21/5/2016) siang berkat bantuan Artha Graha Peduli.

Mercy Beteu, Direktur RSUD Bajawa, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengatakan, pihaknya langsung mengupayakan evakuasi Arifin ke rumah sakit yang lebih baik setelah memberikan pelayanan darurat kepadanya usai mengalami kecelakaan saat mengikuti kegiatan bersepeda Tour de Flores.

"Kita sebenarnya sudah berusaha dari hari pertama untuk dirujuk. Hari Jumat kita sudah dapat bantuan helikopter Bali Air, untuk evakuasi ke Bali. Kita pikirkan untuk sesegera mungkin lakukan tindakan minimal CT scan. Eh ternyata, helikopternya Bali Air macet di Labuhan Bajo. Kita sempat panik juga kemarin," jelas Mercy pada Borneonews melalui sambungan telepon, Sabtu (21/5/2016).

Helikopter milik Bali Air itu turun di Labuhan Bajo untuk mengisi bahan bakar. Sayangnya, heli yang diupayakan lewat Kolokium Anestesi di Bali itu tak bisa dipaksa terbang hari itu juga.

"Saya bahkan sampai sms ibu Menteri Susi Pujiastuti untuk minta tolong Susi Air-nya yang sering flight di Flores. Enggak lama kami mendapat berita dari otoritas bandara kami, Susi Air akan mendarat sore kemarin. Cuma cuacanya tidak mendukung untuk bisa landing. Sehingga kami terus mencari pertolongan. Maka datanglah pertolongan ini Artha Graha Peduli," beber Mercy.

Mercy menerangkan, memang tidak mudah mendapatkan angkutan dari Bajawa, NTT, yang letaknya di tengah-tengah Pulau Flores, atau berjarak delapan jam perjalanan laut ke Kupang, ibu kota Provinsi NTT.

Beruntung, akhirnya pesawat jet yang dibawa Artha Graha Peduli berhasil menerbangkan dokter kelahiran Pangkalan Bun, itu Kamis (21/5/2016) pukul 11.45 WITA ke Yogyakarta.

Info terakhir, dokter yang tak lama lagi menyelesaikan masa tugas belajarnya di program spesialis anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini, menjalani pemeriksaan CT scan. (Budi Baskoro/B-10)

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top