Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 10 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Pernikahan Dini Masih Menjadi Tren

 
 
ILUSTRASI

ILUSTRASI

BorneoNews

BORNEONEWS, Sampit - Pernikahan dini di Kabupaten Kotawaringin Timr (Kotim) ternyata masih menjadi tren.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Kotawaringin Timur Rusmiati, saat dihubungi, Minggu (22/5/2016) mengatakan, kasus itu, harus secepatnya dihentikan. Mengingat lebih banyak dampak negatifnya. Pernikahan dini sangat berbahaya jika ditinjau dari aspek kesehatan. Begitu juga dampak psikologisnya terhadap laki-laki maupun perempuan.

“Menikah pada usia dini merupakan masalah kesehatan reproduksi. Karena semakin muda umur menikah semakin panjang rentang waktu untuk bereproduksi,” kata dia.

Rusmiati menjelaskan, berdasarkan data Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Nasional, pada 2007 terdapat fakta bahwa setiap 1.000 remaja ada 26 di antaranya yang sudah menikah. Dan, lima tahun kemudian pada 2012, angka itu naik enam poin menjadi 32 dari 1000 remaja.

Kemudian berdasarkan Riset Dasar Kesehatan (Riskesdas) 2013, provinsi dengan persentase perkawinan usia sangat muda (10-19 tahun) yang paling tinggi adalah Kalimantan Selatan (9%), Jawa Barat (7,5%), Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah masing-masing tujuh persen.

“Pernikahan dini juga menjadi penyebab tren perceraian usia muda meningkat. Penyebabnya karena emosi yang tidak terkendali dan percekcokan. Bahkan pelaku pernikahan dini sangat rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT,” ujar dia.

Karena itu, BPPKB Kotim terus melakukan kampanye melalui advokasi dan sosialisasi kepada kalangan remaja agar bisa menunda perkawinan. Minimal untuk memasuki perkawinan seorang remaja harus sudah melewati usia 21 tahun.

Selain itu, lanjut Rusmiati, pihaknya juga membentuk kader Keluarga Berencana (KB) remaja, sebagai wadah untuk remaja saling berdiskusi terkait KB. Kader KB remaja juga akan dibekali pengetahuan pentingnya mengatur dan merencanakan pernikahan serta memiliki anak. Serta pengetahuan terkait reproduksi, untuk mencegah kasus kehamilan di luar nikah.

“Sehingga hamil di luar nikah yang menjadi pemicu utama pernikahan dini dapat dicegah,” ucap dia. (RAFIUDIN)

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top