Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 03 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Kekerasan Seksual Terhadap Anak Perlu Dapat Perhatian Serius

 
 
Usia anak-anak merupakan masa anak lebih suka bermain. Di usia ini juga anak masih polos dalam segala hal. Pelaku pelecehan seksual sangat lihai memanfaatkan dan menyalahgunakan kepolosan dan ketidakberdayaan anak-anak. BORNEONEWS/RIFQI

Usia anak-anak merupakan masa anak lebih suka bermain. Di usia ini juga anak masih polos dalam segala hal. Pelaku pelecehan seksual sangat lihai memanfaatkan dan menyalahgunakan kepolosan dan ketidakberdayaan anak-anak. BORNEONEWS/RIFQI

BorneoNews

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Cici Descylia meminta pemerintah kabupaten setempat meningkatkan perlindungan dan keamanan terhadap anak. Ini seiring makin meningkatnya kasus kekerasan hingga pelecehan seksual terhadap anak.

“Pemkab perlu meningkatkan perlindungan bagi anak, karena akhir-akhir ini kita sering mendengar dan membaca berita di media massa banyak anak mendapatakan tindakan kekerasan hingga pelecehan seksual,” kata dia, Minggu (22/5/2016).

Politisi PDI Perjuangan itu mengimbau kepada para orang tua untuk peduli dan meningkatkan pengawasan terhadap anak. Sebab, pada dasarnya semua anak polos. Para pelaku pelecehan seksual sangat lihai memanfaatkan dan menyalahgunakan kepolosan dan ketidakberdayaan anak-anak. Dengan cara mengiming-imingi hadiah atau pemberian yang menjadi kesukaannya atau dengan cara lain yang menarik hati anak-anak, sehingga mereka berhasil melakukan kejahatannya.

“Tentu pemerintah tidak bisa bergerak sendiri. Pengawasan terhadap keamanan anak juga menjadi kewajiban para orang tua dan masyarakat, jangan sampai lalai,” ujarnya.

Menurut Cici, pelaku kejahatan seksual pada anak sangat pantas dijatuhi hukuman berat. Meskipun demikian, hukuman yang diberikan harus melalui proses pengkajian matang.

“Apapun bentuk hukumannya, harus bisa memberi efek jera bagi pelaku,” tegasnya.

Lebih jauh ia menyebut, terdapat hal yang lebih penting untuk meredam kasus kejahatan seksual terhadap anak, yakni membangun kultur agamis di masyarakat.

“Yang jauh lebih penting membangun kultur yang religius, karena kultur yang religius itulah yang bisa menahan potensi terjadinya kejahatan seksual,” katanya. (RIFQI/m) 

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top