Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 03 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Sumur Milik Warga Tercemar Limbah Oli Pabrik PLN

 
 
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sukamara, Iwan Miraza melakukan peninjauan ke tempat penampungan limbah oli PLN yang sempat meluap akibat diguyur hujan. BORNEONEWS/NORNASANAH

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sukamara, Iwan Miraza melakukan peninjauan ke tempat penampungan limbah oli PLN yang sempat meluap akibat diguyur hujan. BORNEONEWS/NORNASANAH

BorneoNews

BORNEONEWS, Sukamara - Akibat lupan limbah oli mesin PT PLN yang mencemari lingkungan sekitar pemungkiman, menyebabkan beberapa sumur air bersih milik warga tidak dapat digunakan karena tercemar dan berbahaya jika dikonsumsi.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sukamara Iwan Miraza mengatakan, limbah oli mesin PLN menyebabkan tiga sumur milik warga harus ditutup karena tidak dapat dikonsumsi lagi akibat tercemar.

“Ada tiga sumur  yang tercemar, sumur ini sudah tidak digunakan sekitar dua tahun yang lalu. Bukan ditutup karena luapan limbah yang baru-baru ini terjadi” kata iwan Miraza, Minggu (22/05).

Dalam kesempatan itu, ia selaku Ketua BLH meminta kepada pihak PLN untuk dapat menyediakan air bersih bagi warga yang kini sudah tidak bisa lagi menggunakan sumur miliknya, mengingat warga sekitar sangat membutuhkan air bersih.

“Kita sudah dengar keinginan masyarakat, mereka meminta kepada pihak PLN untuk dapat menyediakan air bersih bagi warga yang sumurnya tercemar limbah. Jadi PLN harus menyediakan itu,” pinta Iwan.

Sementara itu Dewi yang sumurnya tercemar limbah mengatakan, akibat dari tercemar limbah dirinya selam dua tahun belakangan ini tidak bisa lagi menggunakan sumur miliknya untuk memenuhi kebutuhan air bersih.  

“Karena sudah tidak layak konsumsi, dan untuk memenuhi kebutuhan air kita minta sama tetangga yang airnya masih bersih,” tutur Dewi.

Dewi mengatakan, melubernya limbah oli PLN ini bukan kejadian pertama kali, tetapi sudah sering. Ini merupakan yang terparah dirasakan oleh warga.

“Melubernya limbah oli seperti ini memang sudah sering terjadi. Setiap ada hujan deras selalu ada luapan oli bekas, meskipun tidak banyak. Tetapi ini termasuk yang parah setelah kejadian dua tahun lalu,” ungkap Dewi.

Dewi berharap kepada pihak PLN untuk dapat mengatasi masalah itu agar jumlah sumur tercemar tidak bertambah, mengingat air bersih sangat dibutuhkan warga.

Dalam kesmpatan itu pula, ia meminta pihak PLN untuk dapat menyediakan air bersih bagi warga yang sumurnya tercemar.

“Kita berharap pihak PLN menyediakan air bersih untuk kita,” pinta Dewi. (MG-13/m)

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top