Wonderful Indonesia
 
Selasa, 06 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Tikus Dan Walang Sangit Sebabkan Hasil Panen Padi Petani Bangun Jaya Turun

 
 
Miskan, petani warga Desa Bangun Jaya Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, saat hendak menuju sawah. BORNEONEWS/ABDUL GOFUR

Miskan, petani warga Desa Bangun Jaya Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, saat hendak menuju sawah. BORNEONEWS/ABDUL GOFUR

BorneoNews

BORNEONEWS, Kasongan - Hama tikus dan walang sangit menyebabkan hasil panen padi sejumlah petani di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Katingan Kuala Turun.

Miskan, petani Desa Bangun Jaya mengaku jika hasil panenan padi untuk musim tanam Oktober-Maret (Okmar) ini bisa dikatakan gagal.

Pasalnya hasil panenan padi yang ada tidak sesuai harapan. "Dari dua hektar tanaman padi kita kemarin hasilnya hanya sekitar satu ton gabah saja, Mas," sebut Miskan,  di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Katingan Kuala, Sabtu (21/5/2016). 

Ini karena tanaman padinya banyak diserang hama tikus dan walang sangit. Hama tersebut, sebutnya menyerang tanaman padi saat masih buah susu. 

"Sebenarnya kalau walang sangitnya tidak terlalu parah, karena sering kita semprot. Tetapi untuk tikusnya itu sudah kita banyak sebar racun, tapi tetap saja tiap hari tanaman padi kita terus dirusak," sebutnya. 

Bapak lima anak ini berharap untuk musim tanam April-September (Asep) ini tidak ada serangan hama lagi seperti musim tanam sebelumnya.

"Sekarang kita dan petani di desa ini mulai tanam lagi," katanya.

Miskan mengaku menanam padi unggul jenis Ir36 dan varietas impara umur tiga bulan. Selain berharap tidak adanya serangan hama untuk musim tanam Asep ini, Miskan juga berharap harga gabah kering giling (GKG) ditingkat petani saat musim panen nanti juga bisa membaik. Sebab biasanya saat musim panen harga gabah selalu anjlok.

"Sekarang ini pedagang membeli gabah Rp3.500 per kilo, tapi biasanya saat panen bisa lebih murah lagi," imbuhnya.

Diyo, warga Bangun Jaya lainnya, juga mengaku hasil panen padi musim Okmar tidak memuaskan. 

Diyo mengaku memiliki sawah seluas tiga hektar. "Yang dua hektar lumayan, karena sedikit yang terserang hama, sedangkan yang satu hektar kemarin kita hanya dapat lima sak gabah saja," akunya. (ABDUL GOFUR/m)

 

BERITA POPULER

Pencurian

Kecelakaan Maut

Kecelakaan Lalu Lintas

Penganiayaan

Kecelakaan Maut

Pencurian

Pencurian Kendaraan Bermotor

Kecelakaan Maut

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top