Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 10 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Harga Gula, Bawang Merah dan Bawang Putih Melonjak Tajam di Gunung Mas

 
 
Sejumlah masyarakat saat membeli kebutuhan pokok (sembako) di pasar Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas. Saat ini harga gula, bawang merah dan bawang putih, melanjak tajam. BORNEONEWS/EPRA SENTOSA

Sejumlah masyarakat saat membeli kebutuhan pokok (sembako) di pasar Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas. Saat ini harga gula, bawang merah dan bawang putih, melanjak tajam. BORNEONEWS/EPRA SENTOSA

BorneoNews

BORNEONEWS, Gunung Mas - Harga berbagai kebutuhan pokok di pasar tradisional Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir, Bahkan, harga gula, bawang merah dan bawang putih, melonjak tajam.

Kenaikan harga kebutuhan pokok tentu akan menambah beban masyarakat untuk membeli berbagai kebutuhan untuk hidup. 

Siti Rasiah, 34, salah seorang pedagang yang berjualan sembako d Pasar Kuala Kurun menuturkan, untuk  beberapa kebutuhan pokok seperti gula mengalami kenaikan dari harga sebelumnya Rp14 ribu menjadi Rp17 ribu per kilogram. Sementara bawang merah dari harga sebelumnya Rp25 ribu naik menjadi Rp50 ribu per kilogram, bawang putih dari harga Rp35 ribu naik menjadi Rp40 ribu.

“Kenaikan harga sudah terjadi kurang lebih dua minggu terakhir. Terkait dengan besarnya kenaikan harga gula dan bawang merah, ini serang mendapat tanggapan dari para pembeli,” ujar Siti kepada Borneonews, Minggu (22/5/2016) siang.

Dia menyampaikan, meski pun menjelang bulan Suci Ramadan harga gula, bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan signifikan, namun harga beras dan beberapa jenis kebutuhan pokok lainnya masih belum mengalami kenaikan. Untuk harga beras masih pada kisaran Rp10.000 sampai Rp18.000 per kilogram, tergantung jenis dan kualitas beras. Minyak goreng curah Rp12 ribu per botol, telor ayam ras Rp42 ribu per tabak dan beberapa sembako lainya.

“Untuk harga beras yang paling murah adalah beras pangkoh dengan harga Rp10 per kkilogram. Sementara beras paling mahal adalah beras siam dengan harga Rp17 sampai Rp18 ribu per kilogram,” ungkap Siti.

Menurut dia, terkait kenaikan sejumlah sembako seperti gula dan bawang merah. Pihaknya hanya menyesuaikan dengan harga pembelian dari agen di Palangka Raya maupun Banjar Masin, Kalimatan Selatan.

“Kita hanya menyesuaikan harga. Bila dari agen harga sudah naik, maka kita juga akan menaikan harga jual kepada pembeli,” terang dia.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Ina Wati, 26, mengatakan, sangat keberatan terhadap kenaikan sejumlah jenis sembako, terutama bawang merah dan gula yang harganya naik cukup besar. Hal tersebut akan menambah beban masyarakat. Untuk itu diharapkan kepada pihak pemerintah supaya cepat merespon hal tersebut.

“Harus dilakukan pengawasan harga kebutuhan pkok dipasar, supaya tidak ada permainan harga olah para pedagang,” pungkasnya. (EPRA SENTOSA/m)

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top