Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 03 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Hanya 40% Peserta Mandiri Jaminan Kesehatan Nasional Tertib Bayar

 
 
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya Fitria N Pulukadang. BORNEONEWS/ROZIKIN

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya Fitria N Pulukadang. BORNEONEWS/ROZIKIN

BorneoNews

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepesertaan masyarakat dalam program jaminan kesehatan nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih rendah. Ini terbukti dari tingkat keaktifan peserta dalam membayar premi yang menjadi kewajibannya. 

Misalnya di BPJS Cabang Palangka Raya yang membawahi Kabupaten Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya. Peserta mandiri BPJS Kesehatan yang menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebanyak 87 ribu lebih. Namun yang tertib membayar hanya 40%-nya saja.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya Fitria Nurlaila Pulokadang menyebut, selain peserta yang dibiayai oleh pemerintah melalui program bantuan iuran (PBI) yang diperuntukkan bagi warga miskin, kepesertaan BPJS juga diikuti oleh peserta mandiri. Sayang, rupanya mereka mau aktif membayar ketika merasa mau sakit saja, belum menyadari pentingnya asuransi sebenarnya.

“Untuk peserta mandiri di area yang tercover Cabang Palangka Raya ini, hanya 40% saja yang patuh atau tertib bayar. Mereka banyak yang membayar justru ketika mau kerumah sakit, jelas akan lebih berat karena selain harus menutup tunggakan juga ada kena perhitungan denda 2% lagi,” jelas dia.

Padahal, lanjut dia, beberapa fasilitas untuk mempermudah bayar sudah direalisasikan pihak BPJS kesehatan. Sudah ada empat bank yang dikerjasamakan menjadi tempat bayar, belum lagi ada outlet toko modern atau retail yang kian dekat dengan masyarakat, mulai dari indomart, alfa mart dan seterusnya.

Sementara menjelaskan kemungkinan banyaknya keluhan pada saat berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sehingga menjadi alasan peserta enggan rutin membayar, menurutnya hal itu bukan kesalahan dari pihak BPJS. Sebab, pihaknya selalu rutin membayar apa yang menjadi tagihan ke FKTP tersebut, sesuai jumlah kepesertaan yang dicover tiap FKTP.

“Tugas saya adalah bagaimana meminta dan terus mengimbau FKTP berbenah, agar maksimal melayani masyarakat dan tidak dikeluhkan peserta, sebab kami rutin membayar apa yang menjadi kewajiban kami,” tandasnya. (ROZIKIN/m)


 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top