Wonderful Indonesia
 
Senin, 05 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Waspadai Kenaikan Harga Sembako Jelang Ramadan

 
 
Pedagang barang-barang kebutuhan pokok di Kota Palangka Raya, Ahad (22/5/2016). Kalangan DPRD berharap pemerintah mengantisipasi naiknya harga sembako jelang Ramadan 2016. BORNEO/M. MUCHLAS ROZIKIN

Pedagang barang-barang kebutuhan pokok di Kota Palangka Raya, Ahad (22/5/2016). Kalangan DPRD berharap pemerintah mengantisipasi naiknya harga sembako jelang Ramadan 2016. BORNEO/M. MUCHLAS ROZIKIN

BorneoNews

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kota Palangka Raya Alfian Batnakanti meminta pemerintah kota (Pemkot) Palangka Raya tidak terlambat mengantisipasi kenaikan harga sembilan bahan pokok (Sembako) di kota ini. Anggota Komisi B yang menjadi mitra dinas koperasi perindustrian dan perdagangan (Diskoperindag) itu meminta agar mewaspadai upaya melambungkan harga oleh pihak tertentu menjelang bulan Ramadan 2016.

“Jangan terlambat untuk disikapi, wajar bila harga naik jelang Ramadan tetapi tidak berarti dibiarkan. Jika tidak diantisipasi, khawatirnya naiknya terlalu tinggi, itu yang tidak dikehendaki,” katanya, Minggu (22/5/2016).

Ia khawatir, ada pihak yang secara sengaja menaikkan harga atau menimbun barang agar stok di pasaran menipis, dan berbagai cara lainnya dalam rangka  memanfaatkan momentum. Karena itu perlu pengawasan kelapangan, bila perlu mengarah kepada titik-titik pendistribusian.

Penuturan politisi Gerindra ini menyikapi kian menaiknya sejumlah harga komoditas kebutuhan pokok masyarakat di pasaran saat ini. Karena itu, agar tidak terus melonjak hingga awal Ramadan, perlu perhatian khusus terutama pihak yang tergabung dalam tim pengendali inflasi daerah (TPID). Tidak perlu menunggu lonjakan harga kian menjadi-jadi.

“Dari sejak dini segera menyikapi dan sekaligus mengambil langkah-langkah menekan kenaikan harga barang. Upayakan agar setiap mendekati bulan Suci Ramadan barang naik itu selalu menjadi kebiasaan. Yang paling penting, jaga jangan sampai stok menjadi langka,” tandas dia.

Sementara hasil pemotretan BPS Kalteng, selama April 2016, di Palangka Raya, masih  terjadi deflasi 0,29 %. Ini dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok pengeluaran transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (1,66 %) dan bahan makanan (1,17 %).

Beberapa komoditas yang memiliki andil terhadap penurunan indeks harga selama April 2016 antara lain bensin, daging ayam ras, ikan saluang, ikan gabus, dan telur ayam ras. Sedangkan beberapa komoditas lainnya yang mengalami kenaikan indeks harga cukup signifikan antara lain bawang merah, tukang bukan mandor, sate, bawang putih, dan ikan layang. (ROZIKIN/N).


 

BERITA POPULER

Pencurian

Kecelakaan Lalu Lintas

Penganiayaan

Kecelakaan Maut

Pencurian

Pencurian Kendaraan Bermotor

Pasangan Nurani

Prostitusi

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top