Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 03 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Terasi Zu-per, Terasi Andalan Seruyan

 
 
Bupati Kaupaten Seruyan, Sudarsono (kiri) dan Dekranasda Kabupaten Seruyan Ratna Mustika (kanan) memperkenalkan Terasi Zu-Per yang menjadi produk unggulan Seruyan dalam Kalteng Quality Expo 2016. BORNEONEWS/TESTI PRISCILLA

Bupati Kaupaten Seruyan, Sudarsono (kiri) dan Dekranasda Kabupaten Seruyan Ratna Mustika (kanan) memperkenalkan Terasi Zu-Per yang menjadi produk unggulan Seruyan dalam Kalteng Quality Expo 2016. BORNEONEWS/TESTI PRISCILLA

BorneoNews

BORNEONEWS, Palangka Raya - Para pecinta sambal tentu tak asing dengan bumbu dapur ini, yaitu terasi. Nah, bagi Anda pecinta sambal dan terasi boleh datang ke Stan Pameran Kalteng Quality Expo milik Pemerintah kabupaten Seruyan.  Anda bisa mencoba Terasi Zu-per sebagai produk unggulan yang dipamerkan Kabupaten Seruyan.

Terasi ini sudah diuji di laboratorium Jakarta dan terbukti kualitas Terasi Zu-per ini lebih unggul dibanding produk yang sudah ada sebelumnya.

"Kita ingin produk unggulan ini bisa dipasarkan ke tingkat nasional. Targetnya tahun ini sudah terlaksana. Dan kita akan dibantu PT Rimba Raya Conservation yang telah memiliki jalur untuk itu," ungkap Bupati Kaupaten Seruyan, Sudarsono saat ditemui Borneo News, di Stand Kabupaten Seruyan, pekan lalu.

Mantan anggota DPRD Kalteng ini optimis hal tersebut dapat terlaksana, karena Terasi Zu-per memiliki keunggulan dalam hal bahan bakunya yang istimewa, yaitu udang desa Sungai Perlu. Masyarakat Seruyan sendiri menilai kualitas udang sekitar Desa Sungai Perlu lebih baik dari pada udang Seruyan lainnya.

Hal itulah yang menyebabkan berapapun produk Terasi Zu-per yang dijual, selalu habis dibeli masyarakat lokal maupun pendatang yang berkunjung ke Seruyan, sehingga tidak sempat dipasarkan ke daerah lain atau tingkat nasional.

Menurutnya, hal itu karena bahan baku untuk pembuatan Terasi Zu-per masih terbatas dan tergantung musim. Saat ombak tinggi di musim hujan, bahan baku sulit diperoleh dan berlaku sebaliknya.

"Masalah kita saat ini adalah bahan baku yang tidak stabil. Saya akan lihat ke Desa Sungai Perlu untuk mengetahui kesiapan bahan baku dan kapasitas produksi masyarakat untuk pemasaran di tingkat nasional," terangnya.

Sementara itu Ketua Dekranasda Kabupaten Seruyan Ratna Mustika mengatakan, Produk terasi Zu-per dijual dalam beberapa kemasan, mulai dari yang mentah hingga yang sudah matang atau melalui proses pengeringan dengan dioven.

Untuk kemasan Terasi Zu-per mentah dengan berat 100 gram dijual seharga Rp20.000 per bungkus. Sedangkan untuk kemasan kecil yang sudah matang, dijual Rp1.000 per bungkus. Ada juga kemasan Terasi Zu-per 100 gram yang sudah matang.

"Untuk Terasi Zu-per mentah, kita himbau untuk segera di konsumsi. Namun untuk terasi Zu-per yang sudah matang, dapat bertahan sampai beberapa tahun ke depan. Kemasannya sendiri cukup aman sehingga mudah dibawa kemana-mana," tutup Ratna Mustika. (TESTI PRISCILLA/m)

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top