Wonderful Indonesia
 
Selasa, 06 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Kakek Dua Cucu Gantung Diri Tak Kuat Menderita Sakit

 
 
Jenasah Kornelius (51) dievakuasi dari bangunan tempatnya gantung diri, Selasa (24/5/2016). Kornelius meninggalkan surat yang intinya menyatakan tak tahan lagi menahan sakit. BORNEONEWS/BUDI YULIANTO

Jenasah Kornelius (51) dievakuasi dari bangunan tempatnya gantung diri, Selasa (24/5/2016). Kornelius meninggalkan surat yang intinya menyatakan tak tahan lagi menahan sakit. BORNEONEWS/BUDI YULIANTO

BorneoNews

BORNEONEWS, Palangka Raya - Aksi nekad Kornelius (51) mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri sepertinya sudah direncanakan. Sang istri, Rustika (51) alias Gatik alias Mama Marisa, menemukan tulisan tangan suaminya, Selasa (24/5/2016) pagi.

"Ada meninggalkan surat, intinya korban tidak kuat menahan sakit. Istrinya yang menemukan," kata adik kandung korban, Stevanus.

Menurut Stevanus, isi surat itu pada intinya menyebutkan, kakek dua cucu itu sudah tidak kuat lagi menahan sakit perut. Dia juga menunjukkan tempat dimana korban bisa ditemukan pihak keluarga. Gatik, sapaan akrab istri korban untuk orang dewasa atau Mama Marisa ini pun langsung mendatangi petunjuk dari isi tulisan tersebut.

Entah apa kala itu dalam pikirannya. Istri korban lalu masuk dalam bangunan beton belum jadi milik tetangganya bernama Peri, yang terletak persis di belakang kediamannya. Betapa kagetnya dia begitu melihat suami tercinta sudah tergantung menggunakan seulas tali tambang bekas jemuran baju. Tak pelak dia langsung histeris hingga warga berdatangan.

"Yang menemukan pertama istrinya. Langsung ngecek ke rumah ini (bangunan milik Peri)," tuturnya.

Dari keterangan Stevanus, bapak tiga anak dan cucu itu menderita sakit magh selama 10 tahun. Pernah dibawa berobat ke rumah sakit selama sepekan pada tiga tahun lalu. Meski sembuh, penyakit itu kambuh lagi. Terparah rasa sakit korban dialami sejak tiga hari lalu.

Pihak keluarga sangat terpukul atas kepergian Kornelius untuk selama-lamanya. Apalagi hari ini, korban rencananya hendak dibawa ke rumah sakit untuk berobat.

Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP Erwin T H Situmorang mengatakan berdasarkan keterangan saksi, justru sakit Hepatitis (bukan magh) yang diderita korban selama 10 tahun. Kemudian dalam 10 hari terakhir, dia mengeluhkan jika dirinya sakit perut yang tak kunjung sembuh.

Terkait apa sebenarnya isi dalam surat itu? Dari data yang mereka peroleh, isinya adalah "Tidak dapat aku menahan sakit perut, aku di tempat Peri," tulis korban sesaat sebelum gantung diri yang diperkirakan dilakukan pada pukul 03.00 WIB dini hari. (BUDI YULIANTO/N)

 

BERITA POPULER

Pencurian

Kecelakaan Maut

Kecelakaan Lalu Lintas

Penganiayaan

Kecelakaan Maut

Pencurian

Pencurian Kendaraan Bermotor

Kecelakaan Maut

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top