Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 03 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Banyak Desa di Katingan Belum Cairkan Dana Desa

 
 
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Katingan Kabul Mustiman. BORNEONEWS/ABDUL GOFUR

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Katingan Kabul Mustiman. BORNEONEWS/ABDUL GOFUR

BorneoNews

BORNEONEWS, Kasongan - Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Katingan Kabul Mustiman mengatakan masih banyak desa yang belum mencairkan dana desa (DD) tahap pertama (1).

"Dari total 154 desa di Kabupaten Katingan ini hanya sembilan desa yang sudah mencairkan Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2016 ini," ujar Kabul Mustiman, Selasa (24/5).

Menurut Kabul, sebanyak 54 desa lainnya masih dalam proses pengajuan pencairan. "Ini sudah hampir pertengahan tahun, tapi masih ada 54 desa dalam proses pengajuan dana desa itu."

Kabul mengungkapkan sampai saat ini baru ada sembilan desa yang sudah mencairkan dana desa itu dengan ditranfer ke rekening kas desa masing-masing. Masih banyaknya desa belum bisa mencairkan dana desa ini, kata Kabul salah satunya karena belum terpenuhi unsur-unsur persyaratan dalam pengajuan pencairan.

Sslain karena masalah verifikasi, juga terkait beberapa hal yang perlu dikoreksi dan diperbaiki kembali. Kabul mengatakan sebenarnya pihak kementerian menginginkan agar DD tahap pertama ini sudah cair awal tahun lalu untuk penyerapan anggaran. "Tapi kita tidak mau mengambil risiko apabila memang persyaratan belum terpenuhi, ya kita tidak berani sambil menunggu kelengkapan dokumen," katanya.

Kabul mengimbau kepada seluruh aparat desa agar secepatnya mengajukan dana pencairan tahap pertama ini, yakni sebanyak 60 persen. "Yang jelas selain permasalahan itu, ada kendala dalam mentranfer dana desa dari pusat ke kas daerah yang sering terlambat, bahkan tahun lalu transfer DD tahap ketiga baru masuk akhir tahun."

Pada tahun 2016 ini DD di Katingan mengalami kenaikan, yakni paling tinggi sebanyak Rp800 juta dan paling rendah sekitar Rp600 juta. (ABDUL GOFUR/N).


 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top