Wonderful Indonesia
 
Jumat, 09 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Mofit Minta Orang Tua Lebih Perhatian Pada Anak

 
 
Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio. BORNEONEWS/MUCHLAS ROZIKIN

Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio. BORNEONEWS/MUCHLAS ROZIKIN

BorneoNews

BORNEONEWS, Palangka Raya - Para orang tua harus lebih memperhatikan anak-anaknya. Para pengajar harus lebih menyibukkan anak-anak didiknya, dan menjauhkan mereka dari minuman keras. Maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak di sejumlah daerah Kalteng membuat miris.

"Sebab yang menjadi korbannya selain masih di bawah umur, pelakunya ternyata juga masih seputar orang terdekat," kata Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio, Selasa (24/5/2016).

Menurut Mofit, pelaku dengan korban yang sering masih seputar keluarga terdekat, harus jadi penanda penting agar seluruh orang tua lebih ketat mengawasi anak serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitarnya.  Jangan sampai justru orang tua yang lengah dengan anaknya.

Upaya pemerintah kota (Pemkot) Palangka Raya, kata Mofit, bukan hanya mengimbau tapi meminta dengan kesungguhan dari hati yang paling dalam agar kiranya setiap orang tua dapat memerhatikan anggota keluarganya. 

“Karena apa? Kejahatan yang terjadi itu, faktanya seringkali dilakukan orang yang paling dekat dengan korban, atau walau tidak dikenal tapi di sekitar rumah. Sementara tidak ada kata lain kecuali pertahanan keluarga. Ini yang paling penting. Karena titik lengahnya justru karena mengira sang anak merasa dekat tadi lalu akhirnya kurang waspada,” tandas Mofit di ruangannya, Selasa (24/5).

Makin seringnya peristiwa kekerasan seksual akibat gempuran mudahnya akses pornografi dan pornoaksi serta mudahnya peredaran miras, mantan Dosen ini tidak menampiknya. Lalu bagaimana upaya Pemkot menanggulangi kecanduan pornografi kalangan remaja dan anak, menurut dia harus ada upaya perlindungan internal agar tidak jadi korban ataupun malah jadi pelaku.

Kedua, harus ada upaya dari satuan pendidikan untuk ‘menyibukkan’ sang anak didik dengan kegiatan ekstra sekolah. Dengan demikian tidak akan jauh terpikir hal-hal yang negatif. Misalnya, menggalakkan gerakan kepanduan atau Pramuka, kegiatan olahraga, dan kepemudaan.

“Paling penting ya orang tua harus care dong. Dicegah dan dilindungi, agar jangan sampai jadi korban juga jangan jadi pelaku. Kalau mengharapkan sekolah, limitnya kan hanya 7 jam saja, selebihnya selama 17 jam di luar sekolah yaitu di rumah maupun lingkungan sekitar,”

Mofit juga memberi apresiasi sekolah yang memberi pendidikan tambahan bermuatan agama. Mengajak anak masuk kedalam pengajian di masjid atau TPA, sekolah minggu di gereja, pura, dan sebagainya. Sehingga sang anak waktunya tersita dengan hal positif seperti itu. 

“Kalau Miras, kita kan sudah memiliki Perda. Ini akan kita kawal terus baik peredarannya maupun lokal penjualannya,” pungkasnya. (MUCHLAS ROZIKIN/N).

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top