Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 10 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia
 

Menggalang Petani Muda Desa Sabuai

Meninggalkan Kultur Lama: Tanpa Membakar dan Manugal

 
 
Dialog petani Sabuai dengan BUMP PT Sabuai Agro Lestari dan perusahaan pendamping PT Kalimantan Mitra Mandiri. (BORNEO/YOHANES WIDADA)

Dialog petani Sabuai dengan BUMP PT Sabuai Agro Lestari dan perusahaan pendamping PT Kalimantan Mitra Mandiri. (BORNEO/YOHANES WIDADA)

BorneoNews

MALAM sudah mulai larut. Meski lampu penerangan berpendar semakin redup, tetapi  dialog justru semakin bersemangat. Aula Desa Sabuai yang belum kelar dibangun itu terasa hangat.  Satu per satu warga mengemukakan pendapatnya. Satu per satu melontarkan ide-idenya. Sesekali diselingi gelak tawa.

Itulah gambaran rapat yang dihadiri para petani Desa Sabuai Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (21/5/2016) malam lalu. Rapat yang lebih merupakan dialog itu dipandu para direksi PT Sabuai Agro Lestari, yaitu sebuah Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Sabuai.

Sekitar enam puluh  petani Desa Sabuai yang berkumpul malam itu sepakat, memastikan pertanian pangan-padi  sebagai kegiatan utama.  Usai musim panen padi kali ini, mereka akan segera menanam kembali. Persemaian yang sudah dilakukan  akan segera ditanam kembali ke lahan yang sudah diolah, yang sudah disiapkan.

Untuk kali ini, seluruh proses penanaman padi dipandu oleh perusahaan pendamping, yakni PT Kalimantan Mitra Mandiri (PT KMM).  Karena itu, penanamannya benar-benar meninggalkan kultur sebelumnya. Petani tidak lagi menyiapkan lahan dengan membakar semak dan ilalang. Tidak dengan manugal maupun hambur benih.

“Anak muda akan menjadi ujung tombak dan andalan dalam menggarap sektor pertanian pangan ini.  Lulusan SMP, SMA dan SMK harus maju dan akan dibimbing menjadi petani profesional oleh mentor-mentor yang sudah berpengalaman,”  kata Yohanes S Widada pimpinan PT KMM.

Hadirin pun bertepuk tangan.  Mereka sepakat, petani usia dewasa dan tua, akan berada di belakang mendorong anak-anak mereka. “Kami juga akan turun, tetapi anak-anak muda yang utama,” kata salah seorang anggota kelompok tani usai pertemuan.  

 Tepat pukul 22.30 WIB pertemuan pun usai.  Meski kantuk mulai membayang, tetapi wajah mereka tampak  berseri. Secerah bulan purnama  yang malam itu bersinar terang di langit Sabuai. (*)


 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top