Wonderful Indonesia
 
Senin, 05 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia
 

Menggalang Petani Muda Desa Sabuai

Belajar Menjadi Petani Profesional

 
 
Robert (kanan) sedang mengajari anak muda Sabuai menanam padi. BORNEONEWS/YOHANES WIDADA

Robert (kanan) sedang mengajari anak muda Sabuai menanam padi. BORNEONEWS/YOHANES WIDADA

BorneoNews

BORNEONEWS, Desa Sabuai - Pagi itu belasan anak muda sudah berdiri di pinggir pematang sawah di Desa Sabuai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Latar belakang mereka bervariasi. Ada yang masih duduk di bangku SMP, ada yang di SMK,SMA dan seorang mahasiswa. Ada pula beberapa yang sudah tidak sekolah, tetapi belum bekerja.

Jam tangan baru menunjukkan pukul 07.30 WIB. Tetapi sengatan matahari sudah mulai terasa. Dari pematang itu, mereka memandangi para pekerja dari PT Kalimantan Mitra Mandiri (KMM) yang sudah sibuk menanam padi di tengah sawah.

Tak jelas, apa yang ada di benak anak-anak muda itu. Yang pasti, tampak canggung mereka melepas sandal jepit atau sepatu. Tampak ragu mengayunkan kaki mereka ke dalam lumpur sawah gambut yang hampir sedalam lutut itu.

“Ayo turun, jangan termangu-mangu di situ,” teriak salah seorang pekerja sambil melambaikan tangannya. “Petani gak boleh takut kotor oleh lumpur…”

Sambil tersipu, dan berolok-olok di antara mereka, anak-anak muda itu mulai menceburkan kakinya ke sawah. Mereka beramai-ramai ke tengah sawah, mendekati  Robert, Agus, Agung,  Kharisma  dan lainnya yang siap melatih mereka menanam padi.

Di tengah sawah itu, mereka mendapat pengetahuan tentang bibit  padi yang siap tanam, karakter jenis padi, akar, daya tahan, posisi tanam dan lainnya. Demikian pula mendapat pengetahuan tentang peran ibu jari, telunjuk dan jari tengah dalam menancapkan satu atau dua batang padi ke dalam lahan yang mirip dengan bubur itu.    

Dengan telaten Robert mengajari anak-anak muda itu. Robert dan kawan-kawan  adalah pemuda kreatif yang berpengalaman menjadi petani. Berbagai produk pertanian yang mereka hasilkan, sudah melayani pesanan ekspor. Khusus untuk beras, mereka melayani distributor besar berkelas nasional.

“Kami hadir di sini bersama PT KMM untuk mendampingi anak muda Sabuai menjadi petani kreatif sekaligus menjadi pebisnis profesional,” tutur Robert. “Petani harus menjadi subyek, menjadi pelaku usaha. Selama ini petani hanya menjadi objek yang selalu diperdaya.” (m)


 

BERITA POPULER

Pencurian

Kecelakaan Lalu Lintas

Penganiayaan

Kecelakaan Maut

Pencurian

Pencurian Kendaraan Bermotor

Pasangan Nurani

Prostitusi

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top