Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 03 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Warga Bungur-Tatas Kumpul Koin Sumbang Pemkab

 
 
Warga Bungur dan Tatas mengumpulkan koin dan bergotong royong menimbun jalan-jalan rusak, Kamis (26/5/2016). Uang yang terkumpul akan diserahkan ke pemkab, melalui Dinas PU, agar dipakai memperbaiki jalan. BORNEONEWS/KOKO SULISTYO

Warga Bungur dan Tatas mengumpulkan koin dan bergotong royong menimbun jalan-jalan rusak, Kamis (26/5/2016). Uang yang terkumpul akan diserahkan ke pemkab, melalui Dinas PU, agar dipakai memperbaiki jalan. BORNEONEWS/KOKO SULISTYO

BorneoNews

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ratusan warga Bungur-Tatas RT 26 dan 27, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), turun ke jalan, Kamis (26/5/2016). Mereka menggalang pengumpulan koin, dan bergotongroyong memperbaiki jalan rusak. Koin rencananya disumbangkan ke Pemkab Kobar untuk perbaiki jalan.

Akumulasi kekecewaan warga Bungur-Tatas RT 26 dan 27, Kelurahan Baru, Pangkalan Bun, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, sepertinya sudah tidak bisa ditawar-tawar. Kamis itu, mereka bergotongroyong menimbun jalan-jalan yang rusak. Di muara jalan tepatnya di simpang Bundaran Sampah, sebagian lagi menghimpun sumbangan dari masyarakat.

Uang sumbangan masyarakat tersebut rencananya bakal diberikan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kobar agar dana tersebut digunakan memperbaiki jalan sepanjang 5 kilometer yang kondisinya rusak parah.

Koordinator Penggerak Kegiatan, Nurdiansyah mengatakan, gotong royong sudah sering dilakukan itu, sejatinya adalah bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum. Ia berharap pemerintah dapat bersikap adil dalam pembangunan infrastruktur. Warga beranggapan, jalan-jalan yang masih layak dan kondisi bagus justru mengalami beberapa kali perbaikan, sementara jalan yang kondisinya rusak, berlubang dan licin justru tidak tersentuh.

"Masyarakat Bungur dan Tatas sudah ribuan jumlahnya, akses jalan satu-satunya sepanjang 5 kilometer pun kondisinya rusak, harusnya pemerintah mempunyai skala prioritas untuk pembangunan infrastruktur jalan," keluh Nurdiansyah.

Nurdiansyah menjelaskan, terkait hasil uang sumbangan, ada dua alternatif untuk pemanfaatan dana tersebut. Pertama, diberikan kepada pemkab Kobar melalui DPU. Kedua, digunakan membeli tanah guna menimbun jalan yang rusak. (KOKO SULISTYO/N).

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top