Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 03 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Tersangka Pembunuh Sadis Perankan 33 Adegan Prarekonstruksi

 
 
Tersangka YS dalam prarekonstruksi di lokasi pembuangan barang bukti jenis pisau. BORNOENEWS/HENDI NURFALAH

Tersangka YS dalam prarekonstruksi di lokasi pembuangan barang bukti jenis pisau. BORNOENEWS/HENDI NURFALAH

BorneoNews

BORNEONEWS, Lamandau - Polres Lamandau menggelar prarekonstruksi pembunuhan berencana dengan tersangka YS (37).  Sedikitnya 33 adegan pembunuhan sadis terhadap korban Brianson (32), di wilayah perkebunan PT Pilar Wana Persada, Desa Tamiang, Kecamatan Bulik, Lamandau, Kalimantan Tengah, Rabu (25/5/2016) sore. Korban tewas setelah mengalami 10 tikaman di tubuh.

Tersangka yang berperawakan kecil nan kekar ini cukup lancar memperagakan sedikitnya 33 adegan prarekonsrtuksi dengan pengawalan ketat petugas Polres Lamandau, disaksikan sejumlah teman seprofesinya di perusahaan.

Prarekontruksi dimulai dari pencarian sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku untuk menusuk korban seperti pisau. Kemudian barang bukti lain, seperti pakaian cadangan pelaku yang sempat disembunyikan, sampai adegan pelaku mencegat, menusuk dan mengejar korban hingga tewas dengan 10 tusukan.

Kepada Borneonews, di sela-sela prarekonstruksi, YS, dengan pede memastikan sangat puas menghabisi nyawa Brianson, temannya sesama karyawan, dan sama sekali tidak menyesal. "Enggak, enggak menyesal, biarin saja dia mati, saya sudah terlanjur dendam dan sakit hati."

Kapolres Lamandau, AKBP. Johanes Pangihutan Siboro mengatakan, motif pembunuhan berencana tersebut dilatarbelakangi atas ketakutan dan dendam tersangka kepada Brianson yang mengetahui tersangka kerap mengganggu istri orang di lingkungan perusahaan. Korban juga kerap mengingatkan tersangka untuk tidak melakukan hal tersebut. Jika tidak, korban akan melaporkannya kepada pimpinan di perusahaan tersebut dan memberitahu orang lain.

"Karena korban yang mengetahui rahasia tersangka dan takut dibocorkan, tersangka menyusun siasat untuk menghabisi korban," beber Siboro.

Diketahui, pelaku dan korban sebenarnya sudah saling mengenal  dan sama-sama berasal dari daerah Kupang, Nusa Tenggara Timur, serta tinggal di camp  perusahaan PT Pilar sejak kurang lebih 2 tahun lalu. (HENDI NURFALAH/N).


 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top