Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 10 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Sabu Dari Pontianak Sudah Mulai Masuk Kotim

 
 
Dua anggota Satreskoba Polres Kotawaringin Timur sedang membuang air bekas pemusnahan barang bukti sabu yang mereka sita ke dalam selokan di hadapan para tersangka yang menjadi pemiliknya. BORNEONEWS/M HAMIM

Dua anggota Satreskoba Polres Kotawaringin Timur sedang membuang air bekas pemusnahan barang bukti sabu yang mereka sita ke dalam selokan di hadapan para tersangka yang menjadi pemiliknya. BORNEONEWS/M HAMIM

BorneoNews

BORNOENEWS, Kotawaringin Timur - Peredaran sabu di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini sudah cukup memprihatinkan. Bahkan pasokan dari para bandar besar juga tidak lagi dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) saja melainkan dari Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Hal itu diketahui setelah beberapa tersangka pengedar yang diringkus jajaran Satreskoba Polres Kotim dalam beberapa bulan terakhir. Dari pengakuan para pengedar, mereka mendapatkan barang tersebut dari bandar yang berada di Pontianak.

“Iya saat ini barang haram itu tidak hanya dipasok dari Banjaramasin dan Pulau Jawa saja, namun dari Pontianak juga sudah mulai banyak,” ujar Kasat Reskoba Polres Kotim AKP Wahyu Edi Prianto, Kamis (26/5/2016).

Seperti yang diakui salah satu bandar besar di Sampit, yakni Aries, ia mengaku 75 gram sabu yang disita polisi itu merupakan pasokan dari bandar di Pontianak. Ia mengaku selalu mendapatkan barang itu setiap kali stok di tempatnya kosong. Sabu itupun langsung diantar oleh sang bandar dengan menggunakan mobil dari daerah Pontianak tersebut.

“Kata Aries, dia mengantar sabu itu menggunakan mobil. Namun sesampainya di Sampit, dia langsung berpindah kendaraan dengan menggunakan motor dalam transaksinya dengan dirinya,” lanjut Wahyu.

Dengan adanya hal itupun, tidak menutup kemungkinan bukan hanya Aries yang membeli sabu dengan jumlah besar dari orang tersebut, namun masih banyak pengedar lagi. Apalagi diketahui saat ini polisi beberapa melakukan penangkapan terhadap pengedar baru.

“Yang kami temukan di lapangan saat ini banyak bandar baru yang bermunculan. Dan itu sudah sering kami lakukan penangkapan,” kata Wahyu.

Dengan banyaknya bermunculan bandar baru dan masih bertahannya bandar lama itu menunjukkan bahwa di Kotim masih menjadi pangsa pasar peredaran sabu. Adanya hal itupun tidak membuat polisi pantang menyerah. Karena mereka tidak akan tinggal diam, dan terus melakukan penangkapan terhadap para pengedar dan bandar sabu ataupun narkoba di daerah ini. (M HAMIM/m)

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top