Wonderful Indonesia
 
Jumat, 09 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Pemkab Akan Bubarkan Pasar Dadakan

 
 
Ilustrasi pedagang sayur-mayur di Kota Sampit, Kotawaringin Timur. Pemkab Kotim akan menertibkan pasar dadakan, karena mengganggu omset pedagang di pasar. BORNEONEWS/DOK

Ilustrasi pedagang sayur-mayur di Kota Sampit, Kotawaringin Timur. Pemkab Kotim akan menertibkan pasar dadakan, karena mengganggu omset pedagang di pasar. BORNEONEWS/DOK

BorneoNews

BORNEONEWS, Kotim - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur akan menertibkan, atau bersikap tegas membubarkan pasar dadakan yang kian menjamur di daerah itu. Pedagang di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) menyampaikan keluhan pada Bupati Kotim Supian Hadi saat melakukan sidak (inspeksi mendadak) harga sembako, Rabu (25/5/2016).

"Kami akan melakukan penertiban keberadaan pasar dadakan. Kami mendapat intruksi, agar membuat surat kepada camat, RT, RW se Kotim. Surat tersebut menghimbau agar instansi terkait tidak memberikan izin terhadap keberadaan pasar dadakan," ungkap Kabag Ekonomi Pemda Kotim, Wim RK Benung , Kamis (26/5/2016).

Sejauh ini intruksi untuk camat dan pemerintah desa masih dalam proses. Namun demikian, keberadaan pasar dadakan tersebut segera ditertibkan.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kotim, Rihel menegaskan, pihaknya akan membubarkan aktivitas di pasar dadakan, apabila tidak mengindahkan intruksi dinas terkait. "Tugas kami ini kan polisi menindak tegas aktivitas yang melanggar aturan perda dan instruksi bupati."

Sebelumnya, pedagang di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, resah dengan maraknya keberadaan pasar kaget di tengah-tengah masyarakat. Keberadaan pasar dadakan terus dikeluhkan pedagang di pasar-pasar tradisional seperti PPM dan Pasar Ikan Mentaya, lantaran sepinya pembeli karena beralih ke pasar dadakan. Akibatnya, omset pedagang di pasar itu berkurang.

"Semenjak makin banyaknya pasar kaget, Pasar Ikan Mentaya, dan Pusat Perbelanjaan Mentaya makin sepi dari pembeli, bayangkan saja sekarang tiap perumahan pasti ada pasar Kaget, kalau gak pagi, sore pasti ada itu. Sehingga daya beli masyarakat tiap hari menurun," ungkap Ebi, seorang pedagang di PPM Sampit. (RAFIUDIN/N).


 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top