Wonderful Indonesia
 
Selasa, 06 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Pemkab Kobar Diharapkan Cari Cara Atasi Desa Terpencil Yang Terissolasi

 
 
Desa Sungai Cabangn Kecamatan Kumai, merupakan salah satu desa yang terisolasi. (BORNEO/RADEN)

Desa Sungai Cabangn Kecamatan Kumai, merupakan salah satu desa yang terisolasi. (BORNEO/RADEN)

BorneoNews

BORNEONEWS - Pangkalan Bun:  Sejumlah desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kondisinya nyaris terisolasi. Akibat akses hubung yang sangat minim. Beberapa di antaranya, Desa Sungai Cabang dan Desa Teluk Pulai, yang terletak di pesisir pantai sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Komisi A DPRD Kobar berharap pemerintah daerah memberi perhatian lebih kepada dua desa tersebut. Salah satunya dalam bentuk penyediaan moda transportasi laut.

Ketua Komisi A DPRD Kobar, Akmad Subandi mengatakan, pada kegiatan monitoring ke Desa Sungai Cabang dan Desa Teluk Pulai, pada Senin (23/5) dan Selasa (24/5) kemarin. Terdapat beberapa aspirasi warga yang pihaknya terima dan akan jadi bahan pembahasan dalam rapat kerja dengan pihak eksekutif di Masa Sidang Kedua ini.

Salah satunya yakni mengenai penyediaan sarana atau moda transportasi khusus untuk desa. Menurut Akhmad Subandi, aspirasi warga ini cukup relevan dan patut mendapatkan prioritas perhatian dari pemerintah daerah. Sebab dua desa tersebut letaknya terpencil sangat jauh dari desa lain apalagi perkotaan, dan akses hubung serta sarana transportasi yang tersedia sangat minim karena dikelilingi lautan dan kawasan konservasi TNTP.

"Desa Sungai Cabang maupun Desa Teluk Pulai, sama-sama berharap pemerintah bisa menyediakan sarana transportasi pelayaran yang aman untuk warga desa. Seperti kapal atau kelotok dinas untuk desa misalnya. Soalnya mereka kalau mau ke Kumai itu hanya bisa numpang kapal nelayan. Kalau mau pakai speedboat cukup mahal ongkosnya. Ke Sungai Cabang itu sekali jalan perlu uang Rp600 ribu," ujar Akhmad Subandi.

Selain moda transportasi. Hal lain yang diaspirasikan warga adalah  kebutuhan tambahan sumber daya manusia, sumber listrik dan sarana kendaraan operasional untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Aspirasi di bidang kesehatan ini juga dinilai cukup penting. Sebab faktor pendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat, di dua desa tersebut sangat minim.

"Di bidang pendidikan, guru-guru di desa-desa itu berharap ada peningkatan kesejahteaan dan rumah dinas bagi tenaga pengajar. Ada yang puluhan tahun tinggal tapi tidak mendapat tunjangan terpencil. Warga juga berharap, ada operator telepon selular yang mau membangun atau menyediakan BTS (bas transceiver station) atau pemancar sinyal telepon selular. Di Sungai Cabang, memang sama sekali tidak bisa dapat signal telepon." (RD/*)

 

BERITA POPULER

Pencurian

Kecelakaan Maut

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut

Penganiayaan

Kecelakaan Maut

Pencurian

Kecelakaan maut

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top