Wonderful Indonesia
 
Jumat, 09 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Nunggak Pembayaran Warga Tutup Paksa PT KIU

 
 
Puluhan anggota koperasi yang bermitra dengan PT KIU (Makin Group) menutup aktivitas pabrik dengan membentangkan spanduk, Kamis (26/5/2016). BORNEONEWS/RAFIUDIN

Puluhan anggota koperasi yang bermitra dengan PT KIU (Makin Group) menutup aktivitas pabrik dengan membentangkan spanduk, Kamis (26/5/2016). BORNEONEWS/RAFIUDIN

BorneoNews

BORNEONEWS, Kotim - Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PPKS) PT Katingan Indah Utama (KIU), Makin Group ditutup paksa sekelompok warga. Pabrik di Desa Bejarau, Kecamatan Parenggean, Kotawaringin Timur itu, ditutup anggota koperasi yang bekerjasama dengan perusahaan, karena menunggak Pembayaran Sisa Hasil Kebun.

Penutupan ini terpaksa dilakukan, akibat tersendatnya pembayaran SHK (Sisa Hasil Kebun) PT KIU selama 3 bulan, sejak Maret 2016. Penutupan PPKS dan pemasangan spanduk tuntutan tentang SHK ini berlangsung selama kurang lebih 4 jam, Kamis (26/5/2016).

“Kami terpaksa menutup sementara aktivitas pabrik PT KIU karena pihak perusahaan belum membayar tunggakan SHK selama tiga bulan,” kata Iryadi, selaku Badan Pengawas Koperasi Baampah kepada wartawan, Kamis (26/5/2016).

Akibat penutupan ini, aktivitas perusahaan terutama pada pengiriman buah kelapa sawit akhirnya menjadi terganggu. Pasalnya, truk pengangkut buah kelapa sawit tidak diizinkan masuk pabrik dan terpaksa harus parkir di luar.

Dari isi permintaan para anggota koperasi setempat, penutupan pabrik rencananya akan terus dilakukan hingga pihak perusahaan bersedia membayar tunggakan SHK dan perusahaan tidak lagi telat membayar.

Tidak hanya itu, para anggota koperasi yang tergabung dari 10 Koperasi ini, mengancam akan menghentikan kerjasama dengan PT KIU dan akan mengelola sendiri kebun-kebun sawit milik mereka.

“Sejauh ini tidak ada penjelasan dari pihak perusahaan mengenai keterlambatan pembayaran SHK koperasi. Padahal, kami sudah melayangkan surat untuk mediasi dengan pihak perusahaan ke Pemkab Kotim dan ditembuskan ke bupati serta instasi terkait, namun hasilnya nihil. Kami akan terus perjuangkan hak anggota koperasi, sampai SHK koperasi benar-benar dibayarkan,” ungkap Iryadi.

Ketua Koperasi Baampah , Jumri mengaku permasalahan keterlambatan SHK bukan pertama kali dilakukan pihak perusahaan. Masalah itu sudah berulang kali, sehingga berjujung pada penutupan aktivitas pabrik dilakukan oleh 10 koperasi yang bekerjasama dengan PT KIU. (RAFIUDIN/N).

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top