Wonderful Indonesia
 
Selasa, 06 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Pendidikan Karakter Lebih Ditekankan Untuk Sekolah Dasar

 
 
Sejumlah anak SD saat bersantai usai pulang sekolah. (BORNEONEWS/HENDI NURFALAH)

Sejumlah anak SD saat bersantai usai pulang sekolah. (BORNEONEWS/HENDI NURFALAH)

BorneoNews

BORNEONEWS,Lamandau-Pada usia 6 sampai 12 tahun, mental dan perilaku seorang anak sebagai dasar kepribadianya akan terbentuk. Karenanya, perlu pendidikan yang baik untuk menciptakan generasi bangsa yang memiliki budi pekerti baik pula.

Melalui kurikulum tahun 2013 (K13), pemerintah ingin menjadikan pendidikan karakter sebagai prioritas utama. Sehingga K-13 sering disebut sebagai kurikulum berkarakter (budaya/bangsa).

Oleh sebab itu, pemerintah berkesimpulan bahwa pendidikan karakter perlu diperkuat di setiap lembaga pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Di Kabupaten Lamandau, meski K13 rencananya baru akan diterapkan tahun 2017 mendatang, namun sejumlah sekolah, seperti halnya SMPN 1 dan SMPN 4 bulik sudah diajukan untuk menjadi induk cluster.

Hal tersebut seperti disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Lamandau, Tahan Sandi, saat dikonfirmasi, Jum'at (27/5/2016).

"Selama ini, kita (lamandau) masih menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) 2006. Dan baru tahun depan akan menerapkan K13," ungkapnya.

Menurutnya, penerapan K13 khususnya untuk sekolah dasar (SD) lebih ditekankan pada pendidikan karakter. Dimana dalam proses belajar mengajarnya, persentase pendidikan karakter mencapai 80 persen untuk setiap mata pelajaran. Sedangkan untuk ilmu pengetahuannya hanya 20 persen.

"Kalau untuk tingkat SD, persentase pendidikan karakternya memang lebih besar. Mengingat pada usia itulah budi pekerti seorang anak dibentuk," bebernya.

Karena itu, lanjut dia, peran guru dalam memberikan pelajaran kepada anak didiknya dituntut harus lebih aktif, kreatif dan inovatif.

"Akan tetapi, persentase pendidikan karakter pada jenjang satuan pendidikan SMP tentu akan berkurang. Dimana 60 persen untuk pendidikan karakter dan 40 persen untuk ilmu pengetahuannya," sebutnya.

Begitupula dengan satuan pendidikan tingkat SMA. Meski persentasenya hanya 20 persen dan 80 persennya ilmu pengetahuan, namun tetap ada pendidikan karakternya.

"Karena pada saat seorang anak masuk ke tingkat SMA, mereka sudah memiliki budi pekerti yang sebelumnya sudah didapat ketika di SD. Sehingga ilmu pengetahuan lebih diutamakan," sebutnya. (HN/*)

 

BERITA POPULER

Pencurian

Kecelakaan Maut

Kecelakaan Lalu Lintas

Penganiayaan

Kecelakaan Maut

Pencurian

Pencurian Kendaraan Bermotor

Kecelakaan Maut

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top