Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 10 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

DPRD Dorong Pembangunan Infrastruktur Pertanian

 
 
Kepala DP3KP Kabupaten Kotim I Made Dikantara (tengah) saat panen raya di Kecamatan Kotabesi, Kotim, beberapa waktu lalu. BORNEONEWS/M.RIFQI.

Kepala DP3KP Kabupaten Kotim I Made Dikantara (tengah) saat panen raya di Kecamatan Kotabesi, Kotim, beberapa waktu lalu. BORNEONEWS/M.RIFQI.

BorneoNews

BORNEONEWS, Kotim - Menuju swasembada beras, DPRD Kotawaringin Timur terus mendorong pembangunan sarana dan prasarana pertanian, seperti saluran irigasi dan jalan tani. Mereka mendorong percepatan pembangunan irigasi dan jalan tani di sentra-sentra pertanian. Sehingga target program swasembada beras bisa cepat terealisasi.

“Harapan kami dengan dibangunnya sarana dan prasarana pendukung pertanian, beberapa permasalahan seperti pengairan sawah bisa teratasi,” kata Ketua Komisi II DPRD Kotim, Abdul Kadir, di Sampit, Jumat (27/5/2016).

Menurut Kadir, berbagai program pertanian harus masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kotim 2016-2021. Sehingga target-target pembangunan pertanian bisa terarah dan berkisinambungan setiap tahun anggaran.

Selain sarana dan prasarana pertanian, hal yang tidak kalah penting, yakni persoalan kemiskinan petani yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Sebab, salah satu faktor menurunnya produksi pertanian, minimnya kesejahteraan petani. Dengan sejahteranya petani, Kadir yakin program swasembada beras dapat sukses.

"Fakta menyebutkan biaya yang harus dikeluarkan petani dalam mengolah lahannya hingga produksi begitu tinggi. terkadang biaya perawatan pertanian lebih mahal dari harga jual komoditas pertanian. Kondisi seperti ini yang harus ditanggulangi,” ujar dia.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kabupaten Kotim I Made Dikantara, mengatakan pemkab berkomitmen mendorong bidang pertanian guna optimalisasi produksi beras lokal. Selain dukungan teknologi pertanian dan berbagai bantuan sarana dan prasarana pendukung juga diupayakan pencetakan sawah baru.

“Kami akan mengoptimalkan musim tanam April-September guna memenuhi target tanam supaya swasembada beras bisa tercapai,” ungkap dia.

Pada musim tanam Oktober-Maret lalu dengan luas tanam sekitar 24 ribu hektare, kekurangan beras hanya sekitar 4.500 ton. Ditargetkan luas tanam tahun ini bisa mencapai 27 ribu hektare dengan produksi padi 100 ribu ton.

“Kalau itu bisa tercapai, maka target swasembada beras kita bisa terlampaui. Sebab, berdasarkan perhitungan kebutuhan kita di daerah hanya sekitar 86 ribu ton,” jelas Made. (M. RIFQI/N).




 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top