Wonderful Indonesia
 
Jumat, 09 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

ADD Buat Sumur Bor Atasi Krisis Air Bersih

 
 
Relawan Sugianto Sabran-Habib Said Ismail, dipimpin H Ruslan (kanan) menyalurkan air bersih di Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotawaringin Timur, Jumat (14/8/2015). Camat Teluk Sampig, Syamsul Rizal, Jumat (27/5/2016), memprogramkan

Relawan Sugianto Sabran-Habib Said Ismail, dipimpin H Ruslan (kanan) menyalurkan air bersih di Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotawaringin Timur, Jumat (14/8/2015). Camat Teluk Sampig, Syamsul Rizal, Jumat (27/5/2016), memprogramkan

BorneoNews

BORNEONEWS, Kotim - Guna mengatasi kebutuhan air bersih pada musim kemarau, pemerintah desa di Kecamatan Teluk Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, akan membuat sumur bor. Ini  program proritas, menggunakan alokasi dana desa (ADD).

Camat Teluk Sampit, Syamsul Rizal mengatakan, pembuatan sumur bor penting untuk memenuhi kebutuhan air saat musim kemarau. Mengingat beberapa kecamatan di wilayah selatan Kotim, kesulitan air bersih saat kemarau tiba. "Semua desa di Kecamatan Teluk, Sampit memprogramkan pembuatan sumur bor menggunakan ADD. Bahkan ada beberapa desa sudah mulai mengerjakan pembuatan sumur bor tersebut," ungkap Syamsurizal, Jumat (27/5/2016).

Menurut Syamsurizal, selain untuk memenuhi kebutuhan warga seperti mencuci, mandi dan untuk minum, air sumur bor tersebut, juga digunakan sebagai sumber mata air untuk mengatasi kebakaran lahan dan hutan.

Saat musim kemarau warga yang tinggal di wilayah selatan kesulitan mendapatkan air bersih. Terkait pengalaman tersebut, pemerintah desa membuat program demi kepentingan masyarakat yakni membuat sumur bor dengan anggaran dana desa. Progam ini sangat penting, mengingat air bersih merupakan salah satu masalah besar yang selama ini melanda warga desa di wilayah tersebut.

"Ada lima desa yang terkena dampak paling parah dari kondisi krisis air bersih saat musim kemarau  di antaranya Desa Parebok, Basawang, Rege Lestari, Lempuyang, dan Kuin Permai," terangnya.

Seperti diketahui, warga yang tinggal diwilayah selatan Kotim yang meliputi tiga kecamatan yakni Kecamatan Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut setiap tahun krisis air bersih saat musim kemarau.

Saat kemarau, sumur yang dibuat dengan peralatan seadanya banyak yang kering, sedangkan air sungai tidak bisa dikonsumsi lantaran terasa asin akibat intrusi air laut.

Untuk menanganinya, biasanya pemerintah daerah melakukan penanganan insidentil dengan memasok air bersih dari Sampit menggunakan mobil tangki.  (RAFIUDIN/N)

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top