Wonderful Indonesia
 
Selasa, 06 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Tidak Ada Pengukuran Ulang Arah Kiblat di Masjid Agung Pangkalan Bun

 
 
Situasi di lingkungan Masjid Riyadlus Solihin Pangkalan Bun, Jumat (27/5/2016). Tak ada aktivitas pengukuran ulang arah kiblat meski hari ini terjadi fenomena Istiqa A'zam. BORNEONEWS/CECEP HERDI

Situasi di lingkungan Masjid Riyadlus Solihin Pangkalan Bun, Jumat (27/5/2016). Tak ada aktivitas pengukuran ulang arah kiblat meski hari ini terjadi fenomena Istiqa A'zam. BORNEONEWS/CECEP HERDI

BorneoNews

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tidak tak pengukuran ulang arah Kiblat di Masjid Agung, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat. Kamis (27/5/2016) pukul 16.18 WIB, sesuai perhitungan astronomis, terjadi fenomena Istiqa A'zam, yakni posisi matahari tepat di atas Kabah. Itu waktu yang tepat untuk pengukuran ulang arah kiblat.

Di Masjid Agung Riyadlus Solihin Pangkalan Bun, momen tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik oleh organisasi islam maupun kementerian agama kabupaten Kobar.

"Tidak ada surat resmi atau imbauan langsung dari Kemenag pusat untuk melakukan verifikasi arah kiblat. Jadi, kami tidak mendapat perintah dari pusat," kata Hasan Noor, Kasi Penyelanggara Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kobar.

Hal senada dikatakan Fahrizal Fitri, Ketua Muhammadiyah dan MUI Kabupaten Kobar, tidak ada pengukuran ulang yang dilakukan MUI ataupun Muhammadiyah. "Kami tidak melakukan pengukuran ulang, malah saya lagi di Palangka Raya ini."

Fahrizal mengatakan, penentuan arah kiblat di Masjid Riyadlus Solihin sudah sesuai panduan yang ditetapkan Kementerian Agama RI. Posisi arah kiblat di masjid tersebut berada di Azimuth 293 derajat antara barat dan utara. "Kalau pihak lain saya gak tahu, tapi dari kami tidak ada."

Imam Masjid Riyadlus Solihin Muin Ridlo Idris juga mengungkapkan sejak pagi tidak ada aktivitas pengukuran ulang arah kiblat. "Nah saya gak tahu, tidak ada pemberitahuan juga," ungkapnya saat ditemui di kediamannya di lingkungan masjid besar di Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah tersebut.

Beberapa pihak menilai, fenomena tersebut harusnya dimanfaatkan dengan baik. Pasalnya, jika arah kiblat di masjid agung keliru, masyarakat akan khawatir dalam melaksanakan shalat. "Kalau sudah ada imbauan apalagi dari pusat, baiknya diukur ulang lagi. Kan gak salah juga," kata Wahyu, warga jalan Ahmad Yani usai salat di masjid tersebut. (CECEP HERDI/N).


 

BERITA POPULER

Pencurian

Kecelakaan Maut

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut

Penganiayaan

Kecelakaan Maut

Pencurian

Kecelakaan maut

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top