Wonderful Indonesia
 
Jumat, 09 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Gubernur Sugianto Diminta Cari Solusi Pasarkan Rotan

 
 
Seorang perajin rotan tengah membuat tempat sampah di pusat produksi dan kerajinan rotan Desa Hampangen Kecamatan Tasik Payawan, beberapa waktu lalu. BORNEONEWS/ABDUL GOFUR

Seorang perajin rotan tengah membuat tempat sampah di pusat produksi dan kerajinan rotan Desa Hampangen Kecamatan Tasik Payawan, beberapa waktu lalu. BORNEONEWS/ABDUL GOFUR

BorneoNews

BORNEONEWS, Kasongan - Sejumlah warga di wilayah Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan berharap kepada Gubernur Kalteng yang baru, Sugianto Sabran agar bisa mencari solusi guna memasarkan rotan mentah/asalan.

Pasalnya sudah sekitar setengah tahun ini petani rotan setempat tidak bisa lagi menjual rotan mentah mereka, karena tidak ada pengumpul/pembelinya.

"Kalau murah tapi masih ada yang beli sebenarnya tidak membuat kita bingung, tapi ini sudah sekitar setengah tahun tidak pernah ada lagi pengumpul yang datang ke kampung kami membeli rotan itu," sebut Daji, warga Talingke Kecamatan Tasik Payawan, Sabtu (28/5/2016). 

Daji mengaku warga desanya hampir semuanya memiliki atau membudidayakan kebun rotan ini. "Terakhir rotan mentah ini hanya dihargai Rp50 ribu per kilo, baik jenis sigi maupun irit," ungkapnya.

Tanaman rotan, imbuh bapak lima anak ini sudah sejak zaman nenek moyang dulu menjadi mata pencaharian warga desanya dan juga desa lain di Kabupaten Katingan.

Namun kemudian lambat laun harga rotan itu turun, dan akhirnya tidak laku. 

"Ada sih sebagian warga yang membabat kebun rotannya untuk ditanami sawit, tapi tidak banyak. Sebab harapan kami harga rotan ini bisa kembali membaik, dan kepada Pa Gubernur Sugianto kami berharap agar bisa mencari solusi sehingga rotan ini bisa laku kembali dengan harga bersaing," harapnya.

Hadi warga Petak Bahandang Kecamatan Tasik Payawan juga mengaku bingung dengan tidak lakunya rotan saat ini.

"Dulu sekilo rotan dapat sekilo beras, tapi sekarang junstru rotan tidak laku, kalaupun ada pembeli rotan sekarang dihargai sangat murah," katanya.

Murahnya harga rotan ini, katanya akibat dampak dari pemerinah pusat yang menyetop ekspor rotan mentah/asalan ke luar negeri beberapa tahun lalu.

"Dampaknya kita sebagai masyarakat kecil yang sebelumnya menggantungkan hidup dari rotan itu menjadi kelimpungan sekarang, soalnya cari usaha lain sulit, cari ikan di sungai hasilnya juga tidak seberapa. Mudah-mudahan dengan Gubernur Kalteng yang baru harga rotan ini bisa kembali normal," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/m)

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top