Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 10 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Polisi Masih Cari Pembuang Bayi Perempuan

 
 
Anggota Polwan Polres Kotawaringin Timur melihat kondisi bayi yang ditemukan seorang warga di pagar rumahnya, saat berada di Puskesmas Baamang, Kamis (27/5/2016). BORNEONEWS/DOK

Anggota Polwan Polres Kotawaringin Timur melihat kondisi bayi yang ditemukan seorang warga di pagar rumahnya, saat berada di Puskesmas Baamang, Kamis (27/5/2016). BORNEONEWS/DOK

BorneoNews

BORNEONEWS, Kotim - Jajaran Polsek Baamang, masih menyelidiki ibu pembuang bayi perempuan yang ditemukan dalam kresek tergantung di pagar depan rumah pasangan suami istri Vera (40) dan Ica (39). Warga Jalan Tidar Raya II, Keluarahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur itu, menemukan bayi yang dibuang orang tuanya itu, Jumat (27/5/2016).

“Upaya pengungkapan terhadap pelaku atau ibu bayi malang tersebut masih terus kami lakukan, melalui memonitor terhadap wanita yang hamil dan baru melahirkan di sekitar daerah penemuan bayi perempuan itu,” ujar Kapolsek Baamang, Iptu I Made Rudia, Minggu (29/5/2016).

Bayi perempuan yang berat 3,2 Kg dan panjang 54 cm tersebut hanya terbungkus sehelai kain sarung, dan ditaruh dalam kresek hitam. Dia ditemukan pertama kali oleh pembantunya yang bernama Lia sekitar pukul 09.00 WIB.

Polisi terus memeriksa saksi, baik pemilik rumah maupun para warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut. Karena informasi sekecil apapun, akan ditampung, dan menjadi bahan guna mengungkap kasus tersebut.  

“Mudah-mudahan segera kami temukan ibu dari bayi perempuan tersebut, dan akan segera memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku,” lanjut Rudia.

Hingga saat ini bayi tersebut dalam keadaan sehat walafiat. Dia masih tinggal bersama pasangan suami istri Vera dan Ica, penemu bayi tersebut. Bayi berkulit putih tersebut belum di berikan nama. Karena sang penemu masih mencari nama terbaik untuk bayi malang itu. Apalagi pasangan suami istri tersebut menganggap sudah seperti anak sendiri.

“Kami tidak mau memberikan nama pada bayi yang kami anggap anak sendiri ini sembarangan, sehingga butuh waktu untuk memberikannya. Agar mendapatkan nama yang bagus,” ujar Ica.

Dengan adanya bayi tersebut, Ica mengatakan tidak ada rasa terbebani sedikitpun. Apalagi saat ini dirinya hanya memiliki anak laki-laki dan sudah tidak bisa hamil lagi akibat ada penyakit. Sehingga penemuan bayi perempuan ini dianggapnya anugrah dari yang maha kuasa.  

“Di rumah ini tidak ada anak kecil, jadi saya siap saja mengasuh bayi ini. Toh si bayi juga sangat imut dan cantik. Selain itu ini adalah titipan yang maha kuasa untuk saya,” kata Ica dengan raut wajah yang sangat ceria. (M. HAMIM/N).

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top