Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 03 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia
 

PEMEKARAN PROVINSI KOTAWARINGIN

Gubernur Nilai Tokoh barat Belum Siap

 
 
Sugianto Sabran (kanan) bersama Habib H. Said Ismail, saat kampanye Pilgub Kalteng 2016. Di Kobar, Minggu (29/5/2016), Gubernur Sugianto Sabran menilai tokoh-tokoh wilayah Barat Kalteng belum siap dan belum bersatu wujudkan pemekaran Provinsi Kotawaringin

Sugianto Sabran (kanan) bersama Habib H. Said Ismail, saat kampanye Pilgub Kalteng 2016. Di Kobar, Minggu (29/5/2016), Gubernur Sugianto Sabran menilai tokoh-tokoh wilayah Barat Kalteng belum siap dan belum bersatu wujudkan pemekaran Provinsi Kotawaringin

BorneoNews

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran menilai, tokoh-tokoh dari barat belum siap memujudkan pemekaran. Selain itu, belum bersatu dan belum cukup dana untuk persiapan pemekaran. Meski begitu, ia memastikan berkomitmen penuh mewujudkan Provinsi Kotawaringin, hasil pemekaran Kalimantan Tengah.

Sugianto juga melihat kendala dalam keinginan mewujudkan provinsi baru itu. Yaitu, saat ini pemekaran provinsi terganjal oleh moratorium yang dikeluarkan pemerintah pusat. Termasuk moratorium pemekaran dari tingkat kabupaten, kota dan provinsi.

"Gubernur ini kan pelaksana pemerintah pusat, kalau dari pusat moratorium, ya Gubernur bisa apa?" kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di kediamannya di Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Minggu (29/5/2016).

Sugianto berada di kediaman pribadinya di Kobar, selain untuk bersama-sama masyarakat menggelar pesta rakyat, juga sekaligus kunjungan kerja. Sampai Rabu mendatang, ia berencana melakukan kunjungan kerja wilayah barat Kalteng, yakni ke Kobar, Lamandau, Sukamara, dan Seruyan.

Sebagai bukti komitmennya memperjuangkan pembentukan Provinsi Kotawaringin, Gubernur tetap membuka pintu lebar-lebar kepada para tokoh untuk datang dan berembuk membahas persiapan pemekaran.

Satu hal Gubernur Sugianto Sabran menilai pemekaran Provinsi Kotawaringin belum mampu karena faktor dana dan persatuan para tokoh belum jelas. "Yang ada ini harus rembuk dulu, antar tokoh-tokoh ini harus menyatu dulu, harus ada komponen pengusaha yang masuk dulu, karena pemekaran ini kan perlu dana."

Ia menambahkan, pemekaran tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu dana besar. "Kasihan masyarakat nanti, setelah dekat tahun politik kemudian, pemekaran itu dananya mau dari mana?" (CECEP HERDI/N).


 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top