Wonderful Indonesia
 
Jumat, 09 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Pengusaha Ikan Asin Terhambat Langkanya Bahan Baku

 
 
Ikan air tawar dalam proses pengeringan dengan sinar matahari, untuk menjadi ikan asin. Pengusaha ikan asin air tawar mengeluhkan mulai langkanya bahan baku. BORNEONEWS/NORHASANAH

Ikan air tawar dalam proses pengeringan dengan sinar matahari, untuk menjadi ikan asin. Pengusaha ikan asin air tawar mengeluhkan mulai langkanya bahan baku. BORNEONEWS/NORHASANAH

BorneoNews

BORNEONEWS, Sukamara - Pengusaha ikan asin air tawar terhambat akibat langkanya bahan baku. Bisnis pembuatan ikan asin itu, cukup baik digeluti, karena pangsa pasarnya stabil. Ikan asin ini salah satu makanan kegemaran masyarakat Kabupaten Sukamara.

“Usaha ini cukup menguntungkan, dalam satu bulan omzet kita mencapai Rp40 juta, bahkan lebih,” kata Andut, pemilik usaha ikan asin di Sukamara, Minggu (29/5/2016). 

Untuk menjalankan bisnisnya, Andut mempekerjakan sebanyak tiga orang tenaga lepas, baik dimulai dari membersihkan ikan, penjemuran atau pengeringan dan pengepakan ikan asin. “Bisnins ikan asin ini tidak pernah putus, selalu ada saja permintaan dari pasar. Selain itu, kita tidak hanya memenuhi permintaan di Sukamara tetapi juga permintaan dari daerah lain, seperti Pontianak, Kalimantan Barat.”

Namun begitu, semakin tingginya permintaan, usaha kecilnya kerap terhambat akibat pasokan bahan baku yang tidak lancar dan mulai sulit didapat, sehingga hal ini sangat berdampak pada usahanya yang kadang-kadang tidak dapat memenuhi permintaan pasar. Menurutnya hal tersebut selain akibat dari pengaruh cuaca dan air juga disebabkan keadaan ikan yang mulai langka.

“Terkadang kita terhambat dengan pasokan bahan baku yang sering kosong, sehingga pengiriman ikan asin ke pasar bisa berkurang” ujar Andut.

Saat cuaca sedang baik, dirinya mampu menampung 25 kilo gram per hari, namun jika keadaan cuaca tidak baik hanya 10-15 kilo gram. “Jadi dalam satu pekan kita bisa mengumpulkan 100-200 kilogram, semuanya tergantung bahan baku saja.”

Untuk mendapatkan bahan baku, Andut mengaku menggunakan kapal motor untuk mencari nelayan di sungai, karena dengan cara ini dirinya dapat menghasilkan ikan yang segar dan bagus dibuat ikan asin. “Kita langsung turun ke lapangan, karena jika mengambil dari nelayan ikannya masih segar dan ikan asin yang dihasilkan pun bagus.” (MG-13/N).


 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top