Wonderful Indonesia
 
Selasa, 06 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Pemkab Diminta Tekan Angka Putus Sekolah

 
 
Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur memantau pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Disdukcapil Kotim, beberapa waktu lalu. BORNEONEWS/M.RIFQI

Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur memantau pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Disdukcapil Kotim, beberapa waktu lalu. BORNEONEWS/M.RIFQI

BorneoNews

BORNEONEWS, Kotim - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Dadang H Syamsu, meminta Pemkab memprioritaskan menekan angka putus sekolah, khususnya bagi anak usia sekolah menengah ke atas. Hal ini dinilainya perlu lantaran masih banyak ditemui kasus anak putus sekolah.

“Jika perlu harus ada target, tahun sekian tidak ada lagi anak usia sekolah yang putus sekolah. Minimal anak tersebut tamatan SMA sederajat,” kata dia, saat dihubungi, Senin (30/5/2016).

Menurut Dadang, persoalan masih tingginya angka putus sekolah tidak bisa dibiarkan begitu saja. Artinya perlu adanya langkah tegas dan cepat dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Dinas Pendidikan Kotim diminta membuat peta faktual penyebab siswa putus sekolah dan menyusun draft program serta agenda aksi untuk program bidang pendidikan guna menekan angka putus sekolah.

Di sisi lain, kepala sekolah secara berkala perlu melaporkan kepada dinas apabila ada siswanya yang putus sekolah.

“Harapan kami sekolah-sekolah juga melaporkan jika ada siswa yang putus sekolah kepada Disdik. Sehingga bisa segera dicarikan jalan keluarnya. Langkah ini sebagai upaya mengentaskan kemiskinan, salah satunya melalui pendidikan,” kata politisi PAN itu.

Selain itu, program-program beasiswa terutama yang ditujukan bagi keluarga tidak mampu perlu ditingkatkan. Melalui beasiswa diharapkan dapat memotivasi para orang tua untuk semakin bersemangat menyekolahkan anaknya.

“Para pelajar dan orang tua juga jangan malu mengajukan beasiswa tidak mampu kepada sekolah. Karena sepengetahuan kami program beasiswa itu setiap tahun selalu ada,” ujar Dadang.

Hal itu merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh siswa yang tergolong dalam kategori tidak mampu agar dapat terus bersekolah. (M. RIFQI/N).


 

BERITA POPULER

Pencurian

Kecelakaan Maut

Kecelakaan Lalu Lintas

Penganiayaan

Kecelakaan Maut

Pencurian

Pencurian Kendaraan Bermotor

Kecelakaan maut

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top