Wonderful Indonesia
 
Senin, 05 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Kotim dapat Jatah 40 Taruna Dididik di STTD

 
 
Pemkab Kotim menandatangani nota kesepahaman dengan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Kotim dapat jatah 40 taruna masuk STTD dengan ikatan dinas. www.sttd.ac.id. BORNEONEWS/DOK

Pemkab Kotim menandatangani nota kesepahaman dengan Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Kotim dapat jatah 40 taruna masuk STTD dengan ikatan dinas. www.sttd.ac.id. BORNEONEWS/DOK

BorneoNews

BORNEONEWS, Sampit - Kabupaten Kotawaringin Timur mendapat jatah 40 calon taruna dan taruni berkuliah di Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Mereka diterima masuk STTD dengan sistem ikatan dinas.

“Kami mengalokasikan 40 kursi untuk Kotawaringin Timur.  Kami berharap jatah ini bisa diisi dalam kurun waktu hingga lima tahun ke depan karena jarang ada daerah mendapat kesempatan seperti ini,” kata Ketua STTD, Zulmafendi, Senin (30/5/2016).

Zulmafendi dan timnya ke Sampit untuk menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kotim, sekaligus sosialisasi pola pembibitan taruna dan taruni. Perjanjian kerjasama ditandatangani dengan Wakil Bupati, M Taufiq Mukri. Kotim merupakan daerah ke 67 yang menjalin kerjasama serupa.

STTD membina lima program studi, yakni Diploma IV Transportasi Darat, Diploma III Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Diploma III Perkeretaapian, Diploma III Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan, Diploma III Penguji Kendaraan Bermotor. Setiap tahun, STTD hanya menerima sekitar 150 taruna baru.

Menurut Zulmafendi, biaya pendidikan setiap taruna mencapai Rp 400 juta. Dengan adanya kerjasama tersebut pemerintah daerah diminta membantu kontribusi sekitar 15%. Sedangkan 85% ditanggung pemerintah pusat. Taruna utusan daerah, nantinya akan dikembalikan untuk bertugas di daerah dengan dialokasikan formasi dalam perekrutan Aparatur Sipil Negara atas usulan daerah.

Prospeknya dinilai sangat bagus karena keahlilan para lulusan STTD, apalagi pemerintah akan membangun kereta api di Kalimantan. Keahlian mereka juga sangat dibutuhkan di satuan kerja perangkat daerah seperti di Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Kota, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan lainnya.

Saat ini, di Kalimantan Tengah, hanya Kotim yang menjalin kerjasama ini. Sebelumnya pemerintah provinsi pernah menjalin kerjasama serupa namun kini telah berakhir.

Wakil Bupati Kotim, M Taufiq Mukri bersyukur daerahnya mendapat kesempatan menjalin kerjasama ini. Bahkan pemerintah daerah yang awalnya hanya berharap mendapat jatah maksimal 30 kursi, ternyata diberi tambahan menjadi 40 kursi.

“Ini kesempatan berharga bagi putra dan putri kita untuk mengabdi karena tidak semua daerah bisa mendapatkan kesempatan ini. Apalagi saat ini moratorium perekrutan ASN, tapi melalui jalur ini kita masih bisa mendapatkan tenaga pegawai karena sistem ikatan dinas,” katanya.

Terkait kontribusi biaya, Taufiq memastikan pemerintah daerah akan mengupayakannya. Dia juga mengaku senang karena STTD bersedia membantu pembinaan sejak awal supaya akan banyak pelajar di daerah ini yang mampu masuk ke sekolah tinggi tersebut. (RAFIUDIN/N).


 

BERITA POPULER

Pencurian

Kecelakaan Lalu Lintas

Penganiayaan

Kecelakaan Maut

Pencurian

Pencurian Kendaraan Bermotor

Pasangan Nurani

Prostitusi

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top