Rabu, 20 September 2017
 

 
 

PT Sampoerna Agro Kalteng

PT Sampoerna Agro Kalteng Gelar Pelatihan Pengolahan Limbah Kelapa Sawit Menjadi Biskuit Pakan Sapi

 
 
ISTIMEWA

ISTIMEWA

Borneonews

BORNEONEWS - PT Sampoerna Agro Kalimangtan Tengah menggelar pelatihan pengolahan limbah kelapa sawit menjadi biskuit pakan sapi. Pelatihan itu bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sukamara.

Hadir dalam acara yang berlangsung di Kelompok Ternak Sapi Lembu Karya Desa Kartamulya Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara pada 26 September 2016 itu, Estate Manager Sukamara Jopi Prihartono, Asisten Manager Plantation Support Taufan Nugroho, Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sukamara Maruli Silitonga, serta seluruh perwakilan kelompok peternakan sapi di Kabupaten Sukamara. 

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Sukamara Maruli Siltonga menjelaskan, permasalahan utama dalam peternakan ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing dan domba di Indonesia adalah sulitnya menyedikan pakan secara berkesinambungan, baik mutu maupun jumlahnya. Hal ini berakibat kurang berkembangnya produktivitas ternak, khususnya sapi, di Indonesia.

“Salah satu cara untuk mengawetkan lumpur sawit atau disebut dengan Solid  sebagai pakan ternak adalah dengan membuat lumpur sawit atau solid menjadi balok yang dikeringkan,” kata Silitonga.

Keberhasilan pengembangan peternakan, kata dia, sangat ditentukan oleh penyediaan pakan ternak. PT Sampoerna Agro Kalimantan Tengah bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sukamara serta didukung oleh Badan Pengkajian Penerapan Teknologi melakukan kajian sejak Juli 2016 berupa pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi Biskuit Pakan Sapi. Limbah sawit yang dimanfaatkan dalam kegiatan ini adalah Lumpur olahan minyak  kelapa sawit berupa perasan Crude Palm Oil (CPO). 

Dengan cara pengeringan ini solid lebih tahan lama, juga kandungan nutrisnya lebih lengkap karena ada beberapa tambahan bahan lain seperti garam mineral untuk memberikan rasa pada balok solid tersebut.  

Hasil penelitian kajian dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT)  limbah cair kelapa sawit mengandung sumber nutrisi baru untuk ternak berupa protein kasar 13,25%, serat kasar, 16,00%,lemak kasar 13,00%,, kalsium 0,03%, fosfor 0,03 %  dan energy 154 kal/100 gram.

Sementara Asisten Plantaion Support PT Sampoerna Agro Kalimantan tengah  Taufan Nugroho mengtakan, kegiatan ini merupakan Creating Share Valued yang mempunyai nilai sosial bagi perusahaan di tengah masyarakat dan pemerintahan, serta adanya  peningkatan nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar perkebunan, 

Taufan menjelaskan, kegiatan ini dapat dikatakan langkah awal perusahaan Sampoerna Agro Kalimantan Tengah untuk bermitra dengan masyarakat sekitar kebun. 

“Tidak hanya kemitraan kebun kelapa sawit saja, akan tetapi bisa juga dengan program kemitraan Integrasi sawit dan sapi melalui pengolahan produk turunan dan limbah kelapa sawit menjadi biscuit pakan tambahan sapid yang mana sangat cocok untuk program penggemukkan peternakan sapi,” ujar Taufan.

Adapun sejumlah kegiatan yang sudah dilakukan oleh PT Sampoerna Agro Kaliamntan Tengah bekerja sama Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sukamara diharapkan akan selalu memberikan  karya terbaik bagi masyarakat, khususnya peningkatan pemberdayaan peternakan sapi.

Ke depan program ini akan berlanjut demi mensukseskan swasembada daging nasional, khususnya menjamin  ketersediaan pakan ternak sapi dapat terjaga dan berkesinambungan. Diharapkan juga di masa akan datang adanya sejumlah program sinergi antara pemerintah dan pekebunan swasta dapat meningkatkan taraf hidup sosial maupun ekonomi suatu daerah. (ADVERTORIAL/m)  

BERITA POPULER

Pembunuhan

Pembunuhan

Pembunuhan

Sea Games 2017

Penerimaan Siswa Baru

Pelanggaran Disiplin

Narkoba

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top