Minggu, 20 Agustus 2017
 

 
 

Harga Cabai

Petani Lokal Diuntungkan Dampak Harga Cabai Tinggi

 
 
Sunar, petani di Desa Pulu Nibung, Kecamatan Jelai Kabupaten Sukamara. (BORNEONEWS/NORHASANA)

Sunar, petani di Desa Pulu Nibung, Kecamatan Jelai Kabupaten Sukamara. (BORNEONEWS/NORHASANA)

Borneonews / Norhasanah

BORNEONEWS, Sukamara - Tingginya harga cabai di pasaran memberikan imbas fositif bagi petani di Desa Pulau Nibung, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara. Sebab, harga di tingkat petani lokal juga ikut mengalami penaikan.

Sunar, salah satu petani Desa Pulau Nibung mengatakan, sejak naiknya harga cabai membuat nilai jual komoditas ini di tingkat petani lokal ikut meroket. "Sebelumnya harga cabai milik kita cukup murah namun sekarang harganya bisa tembus Rp70 ribu per kg, bahkan hingga Rp80 ribu per kg," kata Sunar, Senin (9/1/2017).

Sebelumnya, kata dia,  harga cabai yang ia  hasilkan hanya dibeli pedagang pasar dengan harga Rp45 ribu per kg. Ia optimistis beberapa pekan ke depan harga cabai miliknya akan semakin mahal. Terlebih cabai yang biasanya dipasok dari  Jawa selain jumlahnya sedikit harganya juga lebih mahal.

"Semoga saja harga cabai tetap tinggi hingga masa panen kami  berakhir," harap dia.  (NORHASANAH/B-5)

BERITA POPULER

Pelantikan pejabat

Pelantikan pejabat

OPINI

Pelantikan pejabat

Meriahkan HUT RI

Antre Isi BBM

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top