Kesempatan Berkarir di Borneonews
 
Jumat, 28 April 2017
 

 
Lamandau
 

APBD 2016

Lambat Serap DAK, Realisasi Anggaran Lamandau 2016 Urutan Ketiga Terbawah

 
 
Bupati Lamandau Marukan dan Wabup Sugiyarto beseta pejabat lainnya saat memantau pembangunan jalan.

Bupati Lamandau Marukan dan Wabup Sugiyarto beseta pejabat lainnya saat memantau pembangunan jalan.

Borneonews / Hendi Nurfalah

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Realisasi penyerapan anggaran baik fisik maupun keuangan Pemkab Lamandau tahun anggaran 2016 berada di urutan ke-12 atau urutan ketiga terbawah se-Kalteng, sebelum Barito Utara dan Seruyan . Disebut-sebut, salah satu penyebabnya adalah realisasi penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat yang lambat.

Kesimpulan itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Evaluasi Pelaksanaan Program/Kegiatan tahun anggaran 2016 dan persiapan rencana kerja tahun anggaran 2017 yang digelar pemkab Lamandau, di Aula Bappeda, Selasa (10/1/2016).

"Dana DAK kita di 2016 lalu memang besar, nilainya Rp252,5 miliar. Tapi  penyerapannya terlambat akibat berbagai faktor dan hambatan," kata Bupati Lamandau Ir Marukan yang memimpin rapat tersebut.

Salah satunya, kata dia, proses transfer dan pembayaran/penyerapan DAK tahun 2016 mengalami perubahan aturan dibanding tahun sebelumnay, seperti halnya harus menyesuaikan bidangnya.

Faktor lainnya, ada beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mengalokasikan dana belanja tidak langsung (gaji dan tunjangan) terlalu tinggi, sedangkan serapan keuangan posisi sampai 31 Desember 2016 masih di bawah 90 persen.

Marukan juga menyebut, meski dalam dua tahun terakhir trend realisasi penyerapan anggaran kabupaten Lamandau masih fluktuatif, namun kondisi tersebut dinilainya masih cukup baik.

"Sampai 31 Desember tahun 2014, realisasi penyerapan keuangan Lamandau berada diangka 92,48 persen dan fisik 98,65 persen. Sedangkan di tahun 2015, untuk keuangan mencapai 93,90 persen dan fisik mencapai 97,84 persen," terangnya.

Sampai dengan akhir tahun 2016 lalu, katanya lagi, realisasi keuangan kita baru mencapai Rp. 897,33 Milyar atau 91,53 persen dan fisik sebesar 96,40 persen.

Sebagai pembelajaran dari yang sudah dilewati, dengan tegas Bupati dua periode itu mengintruksikan agar untuk kedepan SKPD yang mendapatkan alokasi dana cukup besar, supaya memberikan perhatian serius dalam upaya percepatan penyerapan anggaran di tahun 2017 ini.

"Saya minta setiap SKPD dapat betul-betul mencermati kembali rencana aksi yang akan dilaksanakan pada triwulan I dan melakukan revisi/penyesuaian anggaran kas guna percepatan pelaksanaan/pembayaran pekerjaan," pintanya.

Kemudian, ditegaskan lagi, kepala SKPD beserta jajaranya harus bisa mencermati dan mengidentifikasi berbagai kendala teknis dan non teknis yang dihadapi dalam pelaksanaan program kegiatan. (HENDY NURFALAH/B-5)

BERITA POPULER

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top