Senin, 18 Desember 2017
 

 
 

Pembunuhan Tetangga

Pembunuh Pasutri di Pangkalan Banteng Diduga Sakit Hati karena Sertifikat Tanahnya Ditahan Korban

 
 
Korban Piusdame (53) mendapat perawatan di ruang IGD RSSI Pangkalan Bun belum lama ini. Sementara itu, motif pembantaian yanh dilakulan tersangka Egenius Paceli diduga kuat karena sengketa lahan antara korban dan tersangka.

Korban Piusdame (53) mendapat perawatan di ruang IGD RSSI Pangkalan Bun belum lama ini. Sementara itu, motif pembantaian yanh dilakulan tersangka Egenius Paceli diduga kuat karena sengketa lahan antara korban dan tersangka.

Borneonews / Cecep Herdi

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berdasarkan hasil penyidikan sementara polisi terhadap tersangka Egenius Paceli, pembunuh pasangan suami istri (pasutri) di Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, diduga pembunuhan sadis itu akibat masalah tanah. Yasinta Bura (48), sang istri tewas di RSUD Sultan Imanuddin, beberapa waktu setelah insiden itu.

"Tersangka ini sakit hati karena dirinya tak kunjung mendapatkan sertifikat tanah yang dibelinya dari korban Egenius Paceli. Tapi kita masih tetap melakukan penyidikan," kata Kapolres Kobar, AKBP Pria Premos, Minggu (19/3/2017).

Tersangka diancam pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan berat, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu, Piusdame (53) sang suami dari korban saat ini masih tergelatak koma di ruang ICU RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, setelah menjalani operasi selama satu jam setengah untuk memperbaiki luka sabetan parang di wajahnya. "Pasien saat ini dalam kondisi koma pasca operasi," terang Direktur Rumah Sakit Sultan Imanuddin (RSSI), Suyuti Syamsul.

Suyuti menyatakan, kondisi pasien saat ini memiliki peluang hidup 50%. "Kami tidak bisa memberikan estimasi sampai kapan pasien ini koma, saat ini masih pakai alat bantu pernafasan,"jelasnya. (CECEP HERDI/B-10)

BERITA POPULER

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top