Kamis, 19 Oktober 2017
 

 
 

Penganiayaan

Disebut Sering Minta-minta Sembaku, Pasutri Serang Ibu Kos

 
 
Tarliansyah alias Itay dan istrinya Alumi saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Sampit, Senin (20/3/2017

Tarliansyah alias Itay dan istrinya Alumi saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Sampit, Senin (20/3/2017

Borneonews / Naco

BORNEONEWS, Sampit – Mariyana korban pemukulan Tarliansyah alias Itay (34) dan isterinya Alumi (24) hadir memberikan keterangan di hadapan majelis hakim yang diketuai Muslim Setiawan, Senin (20/3/2017). Korban diserang keduanya setelah dituduh kerap menjelek-jelekkan terdakwa.

“Saya disebut ngomongin mereka macam-macam yang mulia, padahal tidak ada. Saya didatangi dipukul langsung, saya mealami luka dan tidak bisa kerja beberapa hari,” kata Mariyana.

Kejadian pada 30 Desember 2016 itu, berawal saat pasangan yang menyewa barak korban menghampirinya di Jalan Muchran Ali, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim.

Itay tidak terima setelah mendengar omongan Mariyana yang menyebut istrinya meminta-minta sembako. Sempat terjadi cek-cok setelah itu, Itay memukul korban dengan tangannya, langsung diikuti oleh Alumi memukul dengan tangannya serta dengan kayu membuat korban langsung terluka pada bagian wajah dan kepalanya.

Lantaran tidak terima korban melaporkannya, namun dalam sidang itu Alumi dan suaminya meminta maaf kepada korban meski saat korban terluka keduanya tidak bertanggungjawab.

“Kalau memaafkan ya saya maafkan saja, karena kasus ini sudah saya laporkan biar berproses secara hukum, biar dia jera. Alumi ini orangnya keras tidak seperti ibunya, padahal ibunya teman baik saya. Entah dia seperti ini orangnya saya kurang paham,” ujar korban. (NACO/B-11)

BERITA POPULER

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top