Kesempatan Berkarir di Borneonews
 
Minggu, 30 April 2017
 

 
 

Pembunuhan

Astaga... Ternyata Mayat Mengapung di Sungai Barito Korban Pembunuhan

 
 
Kapolres Barsel AKBP Yussak Angga didampingi Wakapolres Kompol Anak Agung Gde Wirata dan Kasat Reskrim AKP Tommy Palayukan menyampaikan pers rilis kasus pembunuhan, Selasa (18/4/2017).

Kapolres Barsel AKBP Yussak Angga didampingi Wakapolres Kompol Anak Agung Gde Wirata dan Kasat Reskrim AKP Tommy Palayukan menyampaikan pers rilis kasus pembunuhan, Selasa (18/4/2017).

Borneonews / Uriutu

BORNEONEWS, Buntok – Ternyata mayat laki-laki yang ditemukan mengapung di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito di daerah Teluk Mahajandau, Kecamatan Jenamas, pada Rabu 12/4/2017, bukan korban kelotok tenggelam, melainkan dibunuh.

Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat laki-laki ditemukan mengapung dengan kondisi mengenaskan. Wajahnya hanya menyisa tengkorak. Kemudian tulang dada patah.

Mayat laki-laki itu diketahui bernama Bahrul Ilmi (18 tahun), warga Desa Kalanis, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan.

Kapolres Barsel AKBP Yussak Angga mengatakan, sebenarnya korban pembunuhan ini tidak hanya satu orang, tetapi dua orang.

Sebelumnya pada (12/3/2017) orang tua korban H Asnawi melapor ke Polsek Dusun Hilir bahwa kehilangan anaknya Muhamad Ridhani (16 tahun) bersama keponakannya Bahrul Ilmi (18 tahun). Keduanya hilang sejak Kamis (9/3/2017). Sebelum hilang, keduanya pergi menggunakan kelotok.

Pada hari itu juga sekitar pukul 14.00 WIB ditemukan mayat laki-laki bernama Muhamad Ridhani di DAS Barito, seberang Kampung Teluk, Kelurahan Rantau Kujang, Kecamatan Jenamas, dengan kondisi wajah hancur.

Dari ciri-ciri korban, pihak keluarga yakin bahwa mayat yang ditemukan tersebut merupakan Muhamad Ridhani.

Setelah itu, baru ditemukan mayat laki-laki lagi pada (12/4/2017) dengan kondisi mengenaskan.

Kepolisian pun melakukan pengembangan dan otopsi terhadap mayat tersebut. Setelah itu baru diketahui bahwa mayat itu Bahrul Ilmi. Korban diduga tewas bukan karena tenggelam, melainkan dibunuh.

Hasil otopsi menunjukan ada tanda kemerahan pada tulang iga dada kiri akibat pukulan benda tumpul. Sekitar pelipis kanan juga memar. Lalu ada luka bacok pada leher belakang, gigi rahang bawah rontok akibat pukulan benda tumpul, dan paru kanan-kiri, serta jantung hilang.

“Berdasarkan hasil otopsi tersebut kita menyimpulkan bahwa kedua korban tewas dibunuh,” kata Kapolres Yussak Angga, Selasa (18/4/2017).

Ia menuturkan, pihaknya terus melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi, hingga akhirnya berhasil menangkap enam orang pelaku pembunuhan. (URIUTU DJAPER/B-3)

BERITA POPULER

Paangan Mesum

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top