Sabtu, 24 Juni 2017
 

 
 

Tenaga Peneliti

BPPIT Perlu Tambahan Tenaga Peneliti

 
 
Kepala Badan Penelitian Pengembangan Inovasi dan Teknologi Kota Palangka Raya Barit Rayanto.

Kepala Badan Penelitian Pengembangan Inovasi dan Teknologi Kota Palangka Raya Barit Rayanto.

Borneonews / Testi Priscilla

BORNEONEWS, Palangka Raya - Keberadaan para peneliti sangatlah diperlukan. Lantaran segala kebijakan yang akan dikeluarkan pemerintah harus melalui kajian terlebih dahulu. Hanya, menurut Kepala Badan Penelitian Pengembangan Inovasi dan Teknologi (BPPIT) Kota Palangka Raya Barit Rayanto, keberadaan peneliti saat ini sangat minim.

"Kita perlu penambahan tenaga peneliti. Bisa dibayangkan, BPPIT ini memiliki tugas melakukan kajian sebelum kebijakan diberlakukan atau berjalan. Sekarang, peneliti saja kita kurang, bagaimana mau maksimal melakukan pengkajian," tuturnya Borneonews, Jumat (19/5/2017).

Menurut Barit, pihaknya telah mengajukan permintaan kepada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) agar satu orang pegawai yang bertugas di BPPIT Kota Palangka Raya bisa memiliki status sebagai peneliti. Namun hingga saat ini permintaan itu belum juga disetujui.

"SK dari LIPI masih kita tunggu, belum keluar. Karena pegawai itu harus punya SK dulu baru bisa menyandang status resmi sebagai peneliti BPPIT," tambahnya.

Barit mengaku menyayangkan hal itu karena telah menjadi salah satu penghalang bagi pengembangan teknologi dan penelitian secara mandiri. Menurutnya, ketiadaan tenaga peneliti mandiri mengakibatkan penelitian dan upaya pengembangan inovasi teknologi di Palangka Raya masih mengandalkan kerja sama dengan pihak luar.

"Seperti kerjasama dengan pihak universitas. Kita berharap satu pegawai kita ini bisa segera mendapatkan SK sebagai peneliti agar dapat melakukan kajian dan penelitian secara mandiri," tutur mantan kepala Dispora Palangka Raya ini. (TESTI PRISCILLA/B-3)

BERITA POPULER

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top