Selasa, 24 Oktober 2017
 

 
 

Pembaretan

Ini Rangkaian Lengkap Pembaretan Gubernur oleh Pasukan Khusus TNI

 
 
Proses pembaretan gubernur se-Indonesia di Natuna, Kepulauan Riau, yang dimpimpin Presiden Joko Widodo, Jumat (19/5/2017).

Proses pembaretan gubernur se-Indonesia di Natuna, Kepulauan Riau, yang dimpimpin Presiden Joko Widodo, Jumat (19/5/2017).

Borneonews / M. Muchlas Roziqin

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalteng Sugianto Sabran bersama gubernur lainnya se-Indonesia baru saja menjalani latihan perang di Teluk Buton Tanjung Datuk Natuna, Kepulauan Riau, yang berakhir Jumat (19/5/2017) siang.

Lalu, apa saja rangkaian kegiatan para gubernur selama dua hari di Natuna bersama pasukan khusus TNI?

Para gubernur diberangkatkan dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta pada Kamis (18/5/2017) pagi dengan berpakaian PDL/loreng serta topi rimba dan ransel. Sebelum bertolak menuju Lanud Ranai di Kepulauan Natuna menggunakan pesawat C 130 Hercules TNI AU, para gubernur terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Pusat Kesehatan (Puskes) Mabes TNI.

Setibanya di Base Ops Lanud Ranai, para gubernur diterima muspida Provinsi Kepri. Mereka kemudian diberangkatkan menuju lapangan tembak Lanud Ranai. Perjalanan menuju lapangan tembak yang berjarak sekitar 1 km dari Base Ops ditempuh dengan berjalan kaki. Di lapangan tembak para gubernur mengikuti latihan menembak pistol dan senapan dengan instruktur dari Dam I/BB.

Dengan didampingi para Pangkotama/Danrem, selanjutnya para gubernur menuju lapangan PJD di Kipan-C Yonif Raider Khusus 136/TS. Perjalanan menuju Lapbak PJD yang berjarak sekitar 24 km ditempuh dengan menggunakan Heli TNI AD. Sesampai di lokasi, para gubernur melaksanakan materi Pertempuran Jarak Dekat (PJD) dengan pelatih dari Dam I/BB.

Setelah itu, para Pangkotama pendamping para gubernur menuju Dermaga Kipan-C untuk menuju kapal LPD dengan menggunakan Heli TNI AL. Para Danrem pendamping tetap tinggal dan bermalam di Kipan-C Yonif Raider Khusus 136/TS.

"Selanjutnya para gubernur mendapat sambutan dan penjelasan mengenai tata cara kehidupan di atas kapal oleh Komandan KRI. Jamuan makan malam bersama Panglima TNI digelar di lounge room KRI, dilanjutkan perbincangan dengan Panglima TNI,” ungkap Kepala Biro Protokol dan Komunikasi Publik Setda Kalteng Marianitha dalam rilisnya yang diterima Borneonews, Jumat (19/5/2017).

Sementara itu, keesokan harinya atau Jumat pagi, para Pangkotama pendamping gubernur dari KRI/LPD menuju pantai menggunakan Sea Raiders. Adapun para Danrem pendamping dari Kipan-C Yonif Raider Khusus 136/TS langsung menuju pantai pendaratan di Pantai Sengiap menggunakan kendaraan truk untuk bergabung dengan para Pangkotama dan gubernur. Rombongan selanjutnya menuju titik tinjau latihan PPRC menggunakan truk.

“Upacara Pembaretan di Kepulauan Natuna dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo dengan didampingi Panglima TNI. Sebagai bagian dari kegiatan Tri Matra TNI, selanjutnya para gubernur bersama Presiden dan Panglima TNI menyaksikan pelaksanaan Latihan Kesiapsiagaan Operasional PPRC TNI 2017,” sambungnya.

Latihan PPRC ini melibatkan 5.900 prajurit TNI, baik penyelenggara maupun pelaku latihan yang tergabung dalam Satuan Tugas Darat (Satgasrad), Satuan Tugas Laut (Satgasla), Satuan Tugas Udara (Satgasud), Satuan Darat (Satrad) Lanjutan, Satuan Manover Infanteri dan Kavaleri, Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur), serta Satuan Bantuan Administrasi (Satbanmin).

Seusai isoma pada siang harinya, rombongan gubernur menuju Lanud Ranai menggunakan bus. Setelahnya, mereka terbang kembali menuju Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta pada pukul 13.45 WIB menggunakan pesawat Boeing 737 atau C 130 Hercules TNI AU. (ROZIQIN/B-3)

BERITA POPULER

Pembunuhan

Pembunuhan

Bunuh Diri

Pilkades Serentak 2017

Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Penganiayaan

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top