Festival Budaya Isen Mulang
 
Senin, 22 Mei 2017
 

 
 

Pembaretan

Presiden Tegaskan Latihan Perang TNI Bentuk Kesiapan Pertahankan NKRI

 
 
Presiden Joko Widodo, Menhan Ryamizard Ryacudu, dan Menko PMK Puan Maharani serta para gubernur se-Indonesia seusai menyaksikan latihan perang yang digelar TNI di Tanjung Datuk Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (19/5/2017).

Presiden Joko Widodo, Menhan Ryamizard Ryacudu, dan Menko PMK Puan Maharani serta para gubernur se-Indonesia seusai menyaksikan latihan perang yang digelar TNI di Tanjung Datuk Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (19/5/2017).

Borneonews / M. Muchlas Roziqin

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur se-Indonesia mengikuti latihan perang singkat dalam rangkaian Pembaretan di Tanjung Datuk Natuna, Kepulauan Riau, Kamis dan Jumat (18-19/5/2017). Kegiatan itu digelar untuk mengokohkan semangat persatuan dan kesatuan dalam negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Presiden Joko Widodo yang menghadiri kegiatan itu mengatakan, latihan perang yang dilakukan TNI merupakan bentuk kesiapan dalam mempertahankan NKRI dari segala bentuk ancaman.

“Ingin saya sampaikan bahwa latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI ini sangat penting sekali. Ingin kita tunjukkan betapa solidnya TNI mengadakan latihan dalam rangka pertahanan kita, dalam rangka menunjukkan kepada kita semuanya kesiapan TNI untuk mempertahankan NKRI,” ujar Presiden seperti dikutip dari pers rilis Kepala Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Mahmudin, Jumat (19/5/2017).

Masih berdasarkan pers rilis yang sama, disebutkan bahwa setelah menempuh penerbangan selama sekitar dua jam dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Presiden Joko Widodo tiba di Bandara Raden Sadjad, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, sekitar pukul 09.24 WIB.

Presiden yang saat itu didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beserta sejumlah petinggi TNI lainnya langsung menuju Bukit Tanjung Datuk dengan menggunakan Helikopter Super Puma milik TNI Angkatan Udara.

Sebanyak kurang lebih 5.900 prajurit TNI terjun langsung dalam latihan itu. Mereka di antaranya berasal dari Satuan Tugas Darat, Satuan Tugas Laut, Satuan Tugas Udara, Satuan Darat Lanjutan, Satuan Manuver Infanteri dan Kavaleri, Satuan Bantuan Tempur, dan Satuan Bantuan Administrasi.

Sementara itu, alat utama sistem senjata (alutsista) yang dikerahkan dari tiga matra TNI di antaranya, KRI Kelas Sigma, KRI Kelas LPD,  KRI Kelas Parchim, empat Sea Rider Kopaska, lima Tank Amfibi BMP 3F, dan delapan Panser Amfibi BTR50 M dari TNI Angkatan Laut.

Kemudian satu FLT PTTA (skd 51 Spo), satu FLT BTU (4 pesawat), satu FLT Sul (4 pesawat), satu FLT Linud (9 pesawat C-130), satu FLT Kdol/Dalpur/Taifib (1 pesawat CN-295), satu FLT Jun Sandha (1 pesawat CN-295), dan satu FLT Standby SAR (1 helikopter).

Dalam latihan pertempuran darat, TNI AD mengerahkan setidaknya 15 unit Multi Kaliber Roket Astros, 6 unit Meriam 155 Cesar, 6 unit Meriam 76, 9 unit Giant Bow Arhanud, 2 unit Helikopter MI 17, 2 unit Helikopter MI 35, 10 unit Helikopter Bell 412, 18 unit MBT Leopard, 1 unit Recovery Tank, 1 unit Tank Avlb, 20 unit MI 13, 14 unit Tank Marder, 3 unit Panser Anoa Mo, 1 unit Panser Anoa Ko, 10 unit Jet Ski, 10 Unit Sea Rider, dan 2 unit kapal motor cepat.

“Latihan seperti ini sudah berjalan selama enam bulan, bukan hari ini saja. Sudah enam bulan dengan tahapan-tahapan yang pada hari ini tadi bisa kita lihat bersama betapa kesiapan baik di darat, laut, dan udara betul-betul dalam keadaan siap bila diperlukan oleh negara,” sebut Presiden Jokowi. (ROZIQIN/B-3)

BERITA POPULER

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top