Sabtu, 24 Juni 2017
 

 
 

Festival Budaya Isen Mulang

Lamandau Bawa Budaya Adat Namurau dan Bukung

 
 
Penampilan tari Bukung pada Pawai Budaya Isen Mulang.

Penampilan tari Bukung pada Pawai Budaya Isen Mulang.

Borneonews / Naco

BORNEONEWS, Sampit - Kontingen Pawai Budaya Isen Mulang, dari Kabupaten Lamandau membawa kebudayaan adat Namurau dan Bukung pada kegiatan yang dipusatkan di Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotim, Jumat (19/5/2017).

Pimpinan kontingen Frans Evendi dalam sinopsinya mengatakan Namurau dalam adat Dayak Tomun memiliki makna sebagai proses memberikan penghormatan kepada orang yang meninggal dan memberikan bantuan serta penghiburan kepada keluarga yang berduka.

Namurau gambaran persatuan masyarakat Dayak Tomun dalam mengurus adat kematian seorang mulia dari penyampaian berita duka, memberi bantuan, menghibur keluarga duka hingga mengebumikan jenazah.

"Sementara Bukung merupakan bagian yang tak terpisahkan dari adat Namurau," katanya.

Karena setiap warga yang ingin memberikan bantuan dan penghiburan wajib menarikan tarian Bukung sebagai gambaran roh-roh dari Sabayan Tujuh Saruga Dalam (surga) yang datang menjemput roh yaang meninggal.

Bukung hadir dalam beberapa kelompok, baik sesuai jenis topeng atau asal desa. Tidak hanya itu Lamandau juga menghadirkan lacak atau peti mati dengan motif burung Tingang pada mobil hiasnya dengan gambaran perahu orang meninggal menuju surga.

"Kematian bagi Dayak Tomun hanyalah jalan menuju kehidupan kekal selanjutnya," tandasnya.(NACO/m)


BERITA POPULER

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top