Kamis, 23 November 2017
 

 
 

Peraturan Daerah

Baleg DPRD Seruyan Kurang Beri Dampak Positif terhadap Penerbitan Perda

 
 
Wakil Ketua DPRD Seruyan Norhasan saat menandatangani nota kesepakatan terkait pengajuan sejumlah Raperda yang sebelumnya telah disampaikan pihak eksekutif, pada rapat Badan Legislasi DPRD Seruyan, Rabu (24/5/2017).

Wakil Ketua DPRD Seruyan Norhasan saat menandatangani nota kesepakatan terkait pengajuan sejumlah Raperda yang sebelumnya telah disampaikan pihak eksekutif, pada rapat Badan Legislasi DPRD Seruyan, Rabu (24/5/2017).

Borneonews / Parnen

"Tetapi untuk tahun ini dan seterusnya kami sepakat akan lebih fokus dalam menghasilkan produk-produk hukum daerah yang berkualitas demi mendukung kebijakan pemerintah daerah pro rakyat sebagai salah satu tupoksi dewan, khususnya oleh Baleg  DPRD," janji Arahman saat rapat paripurna membahas program legislasi daerah tahun anggaran 2017, di gedung pertemuan DPRD Seruyan, Rabu (24/5/2017).

Arahman melanjutkan, pihaknya menyadari jika Baleg merupakan perlengkapan dewan yang strategis yang bertugas mempelajari, mengkaji, menelaah dan membahas tentang peraturan daerah. Baik itu berasal dari eksekutif ataupun inisatif dewan yang nantinya akan menjadi perda sebagai hasil akhir.

Di mana, menurut dia, keberadaan perda sebagai alat atau payung hukum bagi pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan yang strategis.

"Dari hasil rapat Baleg bersama tim legislasi pemerintah daerah telah dicapai kesepakatan dan persetujuan bersama, untuk tahun 2017 ini jumlah perda yang masuk program legislasi berjumlah 31 buah raperda, yang terdiri dari tujuh raperda dari legislatif dan sebanyak 24 berasal dari eksekutif," katanya. (PARNEN/B-5)

BERITA POPULER

Kecelakaan maut

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top