Rabu, 20 September 2017
 

 
 

Kekerasan di Sekolah

Oknum Polisi Pukul Murid SD, Guru-Guru SDN 1 Kumai Hilir Ketakutan dan Trauma

 
 
Lantaran ketakutan dan trauma akibat pemukulan yang dilakukan oleh Oknum anggota Sabara Polres Kobar Brigadir ASS terhadap muridnya, Parminah guru wali kelas VI menangis saat menceritakan kejadian tersebut

Lantaran ketakutan dan trauma akibat pemukulan yang dilakukan oleh Oknum anggota Sabara Polres Kobar Brigadir ASS terhadap muridnya, Parminah guru wali kelas VI menangis saat menceritakan kejadian tersebut

Borneonews / Wahyu Krida

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sambil bercucuran air mata, Parminah Guru Wali Kelas VI SDN 1 Kumai Hilir menceritakan peristiwa pemukulan terhadap anak didiknya yaitu MA (12 tahun) oleh oknum anggota Sat Sabara Polres Kotawaringin Barat (Kobar) Brigadir ASS, kepada Borneonews di ruang guru, Sabtu (15/7/2017).

Terkadang ia tidak mampu melanjutkan kata-kata lantaran sangat ketakutan dan trauma akibat peristiwa tersebut. "Saat itu saya yang sedang menasehati murid saya yaitu MA, lantaran ia memukul bagian bahu dekat dada teman sekelasnya yaitu DAMS, lantaran marah akibat diejek bajunya robek. Saat itulah tiba tiba orangtua DAMS langsung masuk halaman sekolah, masih menggunakan pakaian dinas Polisi langsung menempeleng anak murid saya ," ujar Parminah sambil terisak.

Bahkan akibat kerasnya tempelengan tersebut, cincin yang berada dijari tangan Brigadir ASS sampai terlepas. Ia juga menceritakan, tidak sampai disitu saja. Usai mengambil kembali cincin yang terlepas, Brigadir ASS kembali menempeleng MA.

"Setelah itu saya kemudian dimaki-maki. Tangannya berulang kali menunjuk-nunjuk muka saya. Karena ketakutan saya hanya bisa bilang iya, iya saja. Kejadian pemukulan terhadap murid saya ini dilakukan di hadapan banyak orang tua murid yang saat itu menjemput anaknya pulang sekolah" ujar Parminah sambil menyeka air matanya.

Guru yang mulai mengajar sejak tahun 1990 ini mengatakan, bukan hanya dirinya yang ketakutan akibat peristiwa ini. "Karena pelaku pemukulan tersebut juga mengancam guru-guru disini. Katanya akan di proses. Selama ini belum pernah ada kejadian kekerasan seperti ini disekolah kami. Makanya kami takut sekali," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-8)

BERITA POPULER

Hukum dan Kriminal

Kasus Pembunuhan

Kasus Pembunuhan

Kasus Pembunuhan

Sea Games 2017

Pelanggaran Disiplin

Temuan Ombudsman

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top