Jumat, 22 September 2017
 

 
 

Kekerasan di Sekolah

Begini Kondisi Murid SD Korban Pemukulan Polisi

 
 
MA (12), korban pemukulan Brigadir ASS, anggota Sat Sabhara Polres Kobar saat bersama ibunya, Marlina.

MA (12), korban pemukulan Brigadir ASS, anggota Sat Sabhara Polres Kobar saat bersama ibunya, Marlina.

Borneonews / Wahyu Krida

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dengan kalimat pendek dan lemas, MA (12 tahun) menceritakan kondisinya usai dipukul oleh Brigadir ASS, anggota polisi anggota Sat Sabhara Polres Kotawaringin Barat (Kobar) di SDN 1 Kumai Hilir Jumat (14/7/2017) sekitar pukul 10.30 WIB.


"Bagian ujung mata sebelah kanan saya merah, dan gigi taring kanan goyang setelah ditempeleng berkali-kali oleh orangtua DAMS teman sekelas saya," ujar bocah murid Kelas VI SD ini pada Borneonews di rumahnya Jalan Panglima Utar RT 2 Desa Sei Kapitan, Kecamatan Kumai, Sabtu (15/7/2017).

Di tempat yang sama Marlina (36) ibu MA dengan nada marah menceritakan dirinya tidak terima atas perlakukan Brigadir ASS terhadap anaknya.

"Waktu anak saya pulang kerumah, saya lihat didekat mata anak bengap seperti bekas pukulan," ujar Marlina.

Menurutnya, ia sempat mengira anaknya berkelahi dengan temannya. " Namun saat anak saya menceritakan kejadian sebenarnya, saya sangat terkejut dan marah," ujarnya.

Marlina menceritakan hari itu juga salah seorang keluarganya menghubungi anggota Polres Kobar untuk melaporkan masalah ini.

"Kemudian ada perwakilan dari Polres yang datang beserta pelaku. Maksudnya ingin menyelesaikan secara kekeluargaan. Namun tidak jelas juga, masih belum ada kata sepakat juga," ujarnya.

Marlina menceritakan beberapa saat kemudian ia sempat membawa anaknya ke puskesmas kumai dan RSUD.

"Menurut orang puskesmas, anak saya diminta untuk istirahat sekitar 15 hari paling tidak menenangkan secara psikologis. Terkait lebam di dekat mata, kata petugas puskesmas agar aman sebaiknya pakai kacamata hitam saat keluar rumah," ujar Marlina.

Ibu MA juga menceritakan, bahwa beberapa orangtua rekan anaknya yang ikut menjenguk anaknya, menceritakan bahwa saat ini anak-anak mereka takut datang ke sekolah.

"Kata ibu itu anaknya takut liat polisi," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-5)

BERITA POPULER

Pembakaran Sekolah

Tenaga Kontrak

Pegawai Negeri Sipil

Tahun Baru Islam

Pilkades Serentak 2017

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top