Rabu, 22 November 2017
 

 
 

Pengancaman

Tega, Anak Durhaka Peras dan Ancam Bunuh Ayah Kandungnya

 
 
 Kapolsek Arsel Goy Susanto

Kapolsek Arsel Goy Susanto

Borneonews / Koko Sulistyo

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Air susu dibalas dengan air tuba, peribahasa itulah yang pantas ditujukan untuk anak durhaka DPS (35) warga Jalan Jilik Riwut II, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat yang tega menganiaya ayah kandungnya S (63), Kamis, (13/7/2017) lalu.

Persoalan itu dipicu lantaran S tidak memenuhi keinginan anaknya (DPS) yang meminta uang sebesar Rp8 juta. Saat itu, S tidak mempunyai uang sebesar itu dan hanya memiliki uang Rp750 ribu, merasa uang yang diberikan ayahnya tidak sesuai dengan permintaannya DPS lantas memukuli ayahnya yang sudah uzur, bahkan mengancam akan membuat usus ayahnya terburai.

Bahkan peristiwa penganiayaan terhadap ayah kandung ini disaksikan oleh tetangga, DPS juga terlihat membawa senjata tajam yang terselip di pinggangnya. Mengetahui hal itu para saksi berusaha menghadang namun DPS melarikan diri.

Peristiwa tragis itu merupakan klimak dari perilaku sang anak durhaka, sebelum ini menurut para saksi, DPS sudah kerap mengancam membunuh ayah kandungnya.

" Ini bukan yang pertama, sudah berkali-kali dan berlangsung bertahun-tahun mengancam membunuh ayahnya," beber salah satu saksi yang enggan disebutkan identitasnya kepada Borneonews, Senin (17/7/2017).

Perilaku tak terpuji DPS diduga karena ia merupakan pengguna narkoba dan terlibat peredaran barang haram itu di Kabupaten Kotawaringin Barat. Akibat terlalu sering mendapat perlakuan kasar dari anaknya dan khawatir terhadap keselamatannya, S sudah tidak tahan dan melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Polsek Arut Selatan.

Sementara itu, Kapolsek Arsel, AKP Goy Susanto mengatakan bahwa peristiwa tersebut bermula saat DPS meminta uang kepada ayahnya sebesar Rp8 juta, namun hanya dikasih Rp500 ribu tetapi uang tersebut malah dibuang DPS, kemudian ditambahin menjadi Rp750 ribu tidak terima dengan pemberian itu DPS langsung mengancam ayahnya.

Menurut Goy, saat ini korban dan para saksi telah dimintai keterangan dan pelaku (DPS) masih dalam pencarian polisi. "Bisa kita jerat dengan pasal 368 tentang pemerasan disertai ancaman dengan ancaman 9 tahun penjara," kata Goy. (KOKO SULISTYO/B-8)



BERITA POPULER

Tewas Tenggelam

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top