Kamis, 23 November 2017
 

 
 

Kebakaran

Ketua DPRD Apresiasi Sekolah yang Sudah Terapkan Jaga Malam

 
 
Puing-puing kelas di SDN 1 Menteng, Palangka Raya usai kebakaran melanda pada Minggu (30/7/2017) dini hari.

Puing-puing kelas di SDN 1 Menteng, Palangka Raya usai kebakaran melanda pada Minggu (30/7/2017) dini hari.

Borneonews / Testi Priscilla

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto sempat geram dengan kembali terjadinya musibah kebakaran pada dua sekolah dasar pada Sabtu (29/7/2017) dan Minggu (30/7/2017) ini. Namun kegeramannya teredam setelah mengetahui ada gerak antisipasi dari sekolah-sekolah yang bahkan guru wanita pun ikut jaga malam di lokasi sekolah.

"Kami sudah berharap penjagaan selalu siaga ternyata lengah. Dimana itu para penjaga kok kurang empati di dalam bekerja. Sudah sejak awal diimbau tolong menjalankan tugas dengan baik, kemarin sudah diimbau dengan amat serius kok ya masih terjadi heran saya," ungkap Sigit Minggu (30/7/2017).

Meski geram, Sigit mendapati informasi tenyata ada juga sekolah yang telah menerapkan jaga malam. Bahkan, guru-guru yang perempuan juga ikut berjaga malam di sekolahnya.

"Ini bagaimana instruksi dari kepala sekolahnya dijalankan apa tidak. Kalau tidak bersedia menjadi penjaga, ya diganti yang bersedia banyak kok, ini benar-benar lengah. Tapi ternyata ada juga yang sudah berjaga bahkan guru perempuan ikut berjaga. Nah itu sangat berapresiasi sekali kita. Berarti merasa memiliki sekolahan tersebut. Itu adalah para pegawai yang perlu ditiru," kata Sigit.

Salah satu sekolah yang menerapkan jaga malam ini adalah SDN 13 Palangka Raya. Hal ini diungkapkan Rayawati, guru di sekolah tersebut.

"Kami sudah dengan rela walaupun lelah setiap malam jaga malam di sekolah, paginya juga tetap datang mengajar. Ternyata tetap ada kebakaran seperti ini. Walaupun terjadinya di sekolah lain tapi kami sebagai sesama guru, tenaga pengajar tetap merasakan duka yang sama untuk setiap sekolah yang terus terbakar," kata Rayawati, guru SDN 13 Palangka Raya.

Kebakaran telah terjadi setidaknya pada 8 sekolah dasar di Palangka Raya. Pertama kali terjadi pada awal bulan Juli lalu yakni pada SDN 1 Palangka, Selasa (4/7/2017) yang juga berimbas pada SDN 6 Palangka yang jaraknya hanya 3 meter dari SDN 1 Palangka. Lama berjeda dan tanpa memunculkan kecurigaan, SDN 4 Menteng kembali terbakar pada Jumat (21/7/2017).

Setengah jam kemudian, SDN 4 Langkai ikut berkobar pada hari yang sama, Jumat (21/7/2017). Kecurigaan mulai muncul, namun kepolisian mengeluarkan statement bahwa kedua sekolah ini terbakar lantaran konsleting listrik. Belakangan diketahui bahwa SDN 4 Langkai tidak teraliri listrik. Kebakaran kemudian terjadi kembali pada SDN 1 Langkai, Sabtu (22/7/2017) dini hari dan berlanjut pada SDN 5 Langkai pada pukul 05.00 WIB. Artinya kurang dari 24 jam, 4 sekolah dasar terbakar.

Di saat keadaan mulai tenang dan penjagaan diperketat, tenyata pada Sabtu (29/7/2017) petang SDN 8 Palangka kembali berkobar. Berlanjut pada SDN 1 Menteng, Minggu (30/7/2017) dini hari yang juga berimbas kepada SMK Isei yang letaknya bersebelahan. Dunia pendidikan Kota Palangka Raya berduka. (TESTI PRISCILLA/B-5)

BERITA POPULER

Kecelakaan maut

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top